Infeksi di Paru-Paru (Pneumonia)

Infeksi yang menyerang satu atau kedua paru-paru (pneumonia). Infeksi ini dapat menyebabkan peradangan pada jaringan dan kantung udara di paru-paru (alveoli), sehingga alveoli terisi dengan cairan atau nanah (purulen) dan mengakibatkan anda sulit bernapas. Pneumonia dikategorikan sebagai penyakit menular.

Menurut Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), di Indonesia pada tahun 2010, pneumonia termasuk dalam 10 besar penyakit rawat inap di rumah sakit dengan proporsi kasus 53.95% untuk laki-laki dan 46.05% untuk perempuan, dengan crude fatality rate (CFR) 7.6%, paling tinggi bila dibandingkan penyakit lainnya. Berdasarkan data RISKESDAS 2018 prevalensi pneumonia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan (nakes) adalah sekitar 2,0% sedangkan pada tahun 2013 adalah 1.8%.

Jenis pneumonia, penyebab dan tempat penularan

Pneumonia dapat dikategorikan berdasarkan jenis, sebab dan tempat atau bagaimana pneumonia diperoleh, antara lain: 

  • Pneumonia aspirasi

Pneumonia aspirasi terjadi ketika Anda menghirup bakteri yang berasal dari makanan, minuman, muntah, atau air liur ke dalam paru-paru Anda.Kemungkinan anda mendapatkan pneumonia aspirasi akan semakin besar apabila anda memiliki gangguan menelan, menggunakan obat-obatan terlarang dan mengkonsumsi alkohol.

  • Community-acquired pneumonia (CAP)

Community-acquired pneumonia ini adalah jenis pneumonia yang paling umum Pneumonia, dimana faktor lingkungan yang menjadi penyebabnya. 

Jenis-jenis pneumonia Community-acquired pneumonia (CAP) dan penyebabnya:

  • Pneumonia bakteri

Bakteri Streptococcus pneumoniae, Bakteri ini dapat mempengaruhi paru-paru dan paling sering menjadi penyebab terjadinya pneumonia ini, terutama setelah penderita mengalami flu dan batuk.

Organisme yang menyerupai bakteri juga dapat menjadi penyebab pneumonia.

Contohnya :

Virus pneumonia biasanya ringan, tetapi dalam beberapa kasus bisa menjadi serius. Pada anak-anak di bawah umur 5 tahun, virus adalah penyebab utama pneumonia.

Beberapa contoh virus ini adalah: 

  • campak
  • cacar air (virus varicella-zoster)
  • Influenza (flu)
  • infeksi adenovirus
  • infeksi virus corona
  • infeksi human parainfluenza virus (HPIV)
  • infeksi human metapneumovirus (HMPV)
  • Rhinovirus (flu biasa)
  • Virus pernapasan syncytial (RSV)
  • Pneumonia jamur

Seseorang dengan kekebalan tubuh yang rendah dapat dengan mudah terserah jamur terutama jamur yang berasal dari  tanah atau kotoran burung. Contoh jamur penyebab pneumonia ini adalah: spesies Histoplasmosis, spesies Cryptococcus dan Pneumocystis jirovecii.

  • Health care-acquired pneumonia (HAP)

Pneumonia ini didapat ketika melakukan perawatan kesehatan di rumah sakit, baik rawat jalan maupun rawat inap.

  • Ventilator-related pneumonia (VAP)
Infeksi di Paru-Paru

VAP adalah sebutan untuk seseorang yang terserang pneumonia ketika ia sedang menggunakan ventilator (alat bantu pernapasan). Bakteri yang terdapat di rumah sakit (terutama di bagian ICU) bisa mengakibatkan pneumonia yang lebih serius, karena bakteri tersebut mungkin lebih resisten terhadap antibiotik.

Walking pneumonia 

Penderita walking pneumonia mungkin tidak tahu bahwa mereka menderita pneumonia, karena gejalanya mungkin terasa lebih seperti infeksi pernapasan ringan daripada pneumonia.  Meskipun lebih ringan, walking pneumonia dapat membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama daripada pneumonia. Bakteri seperti Mycoplasma pneumoniae, Chlamydophila pneumoniae, dan Legionella pneumoniae yang menyebabkan walking pneumonia. Gejala-gejala Walking pneumonia, seperti:

  • Batuk kering berlangsung lebih dari seminggu
  • Demam ringan
  • Rasa nyeri pada bagian dada
  • Nafsu makan berkurang
  • Sesak nafas
  • Panas dingin (meriang)

Kehamilan pneumonia (maternal pneumonia)

Maternal pneumonia adalah pneumonia yang terjadi selama masa kehamilan. Merupakan suatu hal yang alami apabila wanita hamil mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh, tetapi hal ini juga dapat menjadikan wanita hamil lebih berisiko mengalami pneumonia. 

Segera hubungi dokter anda apabila anda mulai merasakan gejala pneumonia terutama setelah trimester awal. Apabila didiamkan, pneumonia dapat menyebabkan komplikasi, seperti kelahiran prematur dan berat lahir rendah.

Pneumonia dapat juga diklasifikasikan berdasarkan area paru-paru yang terkena:

  • Bronkopneumonia

Bronkopneumonia sering ditemukan di area  sekitar bronkus anda dan dapat mempengaruhi kedua area paru-paru anda.

  • Pneumonia lobaris

Lobus adalah bagian-bagian dari paru-paru, pneumonia lobar dapat memengaruhi satu atau lebih lobus paru-paru Anda

Berdasarkan perkembangannya pneumonia lobar dapat dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu: 

  • Kemacetan. Jaringan paru-paru tampak berat dan padat. Cairan yang diisi dengan organisme menular telah menumpuk di kantung udara, cairan ini disebut purulen. Cairan purulen ini merupakan cairan kental seperti susu atau berubah menjadi kuning, abu-abu, hijau, dan cokelat. Cairan ini mengandung sel darah putih, bakteri, sisa-sisa luka, dan peradangan sel. Jenis luka ini disebut nanah dan sering berbau busuk.
  • Hepatization merah. Sel darah merah dan sel imun telah masuk ke dalam cairan. Ini membuat paru-paru tampak merah dan solid.
  • Hepatization abu-abu. Sel-sel darah merah sudah mulai rusak sementara sel-sel kekebalan tetap. Hancurnya sel darah merah menyebabkan perubahan warna, dari merah menjadi abu-abu.
  • Resolusi. Sel-sel kekebalan sudah mulai membersihkan infeksi. Batuk yang produktif membantu mengeluarkan sisa cairan dari paru-paru.
Infeksi di Paru-Paru pneumonia

Gejala pneumonia

Gejala dari pneumonia dapat dimulai dari yang ringan (seperti gejala pilek dan flu tetapi berlangsung lebih lama) hingga yang parah, tergantung kondisi fisik, umur dan tipe organisme yang menyebabkan pneumonia.

Untuk Bayi, gejalanya hampir tidak ada. Kalaupun ada, muntah, lemas atau kehilangan nafsu makan dapat menjadi penanda awalnya. Gejala untuk anak-anak di bawah umur lima tahun umumnya dapat ditandai dengan kecepatan pernafasan yang meningkat dan disertai dengan bunyi seperti mendengkur. Orang yang lebih tua biasanya akan menunjukkan gejala yang lebih ringan seperti suhu tubuh yang lebih dingin (dibawah normal) dan seperti orang yang kebingungan.

Gejala-gejala umum lainnya, adalah:

  • Batuk (baik batuk kering maupun batuk berdahak)
  • Berkeringat (dapat juga menggigil)
  • Demam
  • Detak jantung yang cepat
  • Kehilangan selera makan
  • Merasa tidak enak badan
  • Mual atau muntah
  • Mudah lelah
  • Sakit kepala
  • Sakit (nyeri) dada yang akan menjadi lebih parah ketika anda bernapas atau batuk
  • Sesak napas saat melakukan aktivitas normal atau bahkan saat istirahat

Faktor risiko pneumonia

Pneumonia dapat terjadi ke siapa saja, tetapi mereka yang termasuk di dalam kelompok dibawah ini memiliki resiko terkena pneumonia yang lebih tinggi. Yaitu :

  • Bayi sejak lahir hingga balita berusia 2 tahun
  • Lansia berumur 65 tahun ke atas
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun. Orang dengan HIV/AIDS, pernah melakukan transplantasi ginjal, menerima kemoterapi, atau mengikuti perawatan steroid jangka panjang atau obat kanker tertentu
  • Orang dengan kondisi medis kronis tertentu, seperti asma, fibrosis kistik, diabetes, atau gagal jantung
  • Orang yang baru-baru ini mengalami infeksi pernapasan, seperti pilek atau flu
  • Orang yang mengalami stroke, memiliki masalah menelan, atau memiliki kondisi yang menyebabkan imobilisasi
  • orang yang merokok, menggunakan obat-obatan jenis tertentu, atau minum alkohol dalam jumlah berlebihan
  • Orang yang terpapar iritasi paru-paru, seperti polusi, asap, dan bahan kimia tertentu
  • Pasien rawat inap di rumah sakit, terutama jika orang tersebut menggunakan ventilator

Diagnosis pneumonia

Pneumonia terkadang sulit didiagnosis karena memiliki gejala yang sama dengan penyakit pernapasan lainnya, seperti, pilek, bronkitis dan asma. Dokter Anda akan mulai dengan menanyakan riwayat kesehatan anda ( metode ini disebut juga dengan anamnesa), kemudian melakukan pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara paru-paru. 

Apabila diperlukan, dokter anda akan melakukan tes lanjutan, seperti:

  • Kultur atau tes darah

Tes darah dilakukan untuk memastikan infeksi dan mengidentifikasi kuman penyebab kondisi anda.

  • Oksimetri nadi

Oksinetri nadi berfungsi untuk mengukur kadar oksigen di dalam darah anda, pemeriksaan ini akan menunjukkan apakah paru-paru anda menggerakkan cukup oksigen melalui aliran darah Anda.

  • Rontgen dada

X-ray dapat membantu dokter anda mencari tanda-tanda, lokasi dan luas peradangan di paru-paru anda. Foto rontgen akan menunjukan gambaran akibat adanya dahak (mucus) di paru-paru (Infiltrat/vlek).

  • Tes dahak 

Pemeriksaan sampel lendir (sputum) atau tes dahak digunakan untuk mengidentifikasi  penyebab infeksi.

  • CT scan

CT scan dilakukan untuk memberikan gambaran tentang paru-paru yang jelas dan detail, serta untuk mencari komplikasi lainnya. 

  • Kultur cairan pleura atau sampel cairan

Tes ini dilakukan dengan mengeluarkan sejumlah kecil cairan dari sekitar jaringan yang mengelilingi paru-paru (diantara tulang rusuk) untuk mengidentifikasi bakteri penyebab pneumonia.

  • Bronkoskopi

Bronkoskopi dilakukan untuk memeriksa saluran udara di paru-paru anda. 

  • Analisa gas darah

Tes ini untuk mengukur jumlah oksigen dalam sampel darah yang diambil dari arteri. Tes ini lebih akurat dari oksimetri.

Pengobatan Pneumonia

Beberapa cara pengobatan pneumonia, antara lain:

  • Pneumonia ringan dapat disembuhkan dengan banyak istirahat, minum banyak air mineral, minum antibiotik (apabila pneumonia disebabkan oleh bakteri). 
  • Obat resep 
pneumonia di paru paru

Dokter akan menuliskan resep obat sesuai dengan kondisi dan penyebab pneumonia pada pasien. Resep obat yang biasa diberikan dokter adalah: obat batuk, obat penghilang rasa sakit, obat jamur dan antibiotik oral.

  • Rawat inap

Dokter juga mungkin akan menganjurkan untuk rawat inap apabila kondisi pasien cukup parah atau apabila memiliki riwayat penyakit lainnya. Perawatan rawat inap dapat meliputi: penyuntikan antibiotik intravena, terapi oksigen dan terapi pernapasan.

Komplikasi pneumonia

Komplikasi pneumonia yang dapat terjadi, adalah:

  • Abses paru-paru (rongga di paru-paru sudah mengandung nanah)
  • Bakteremia

Kegagalan organ, syok septik dan tekanan darah rendah yang jauh dari ambang batas normal adalah contoh dari bakteri yang disebabkan oleh infeksi pneumonia, dimana bakteri tersebut sudah menyebar ke seluruh aliran darah anda. 

  • Efusi pleura

Efusi pleura adalah suatu kondisi dimana terdapat cairan di sekitar area paru-paru (area pleura). Pleura adalah selaput tipis yang melapisi bagian luar paru-paru dan bagian dalam tulang rusuk Anda.

  • Gangguan pernapasan
  • Serangan jantung
  • Sindrom kesulitan pernapasan akut

Pencegahan pneumonia

Beberapa cara pencegahan pneumonia adalah:

  • Cuci tangan secara teratur dan benar dengan menggunakan sabun dan air
  • Ketika batuk dan bersin, tutupi dengan saputangan atau tissue dan segera buang ketempat sampah
  • Berhenti merokok
  • Menjaga pola hidup sehat, seperti istirahat yang cukup, makan makanan yang sehat, dan berolahraga secara teratur sehingga daya tahan tubuh meningkat.
  • Vaksinasi

Vaksin dapat mencegah beberapa tipe pneumonia dan flu, contohnya vaksinasi flu, vaksinasi Hib, vaksinasi prevnar 13 dan pneumovax 23.

Pneumonia pada anak-anak

Pneumonia banyak dijumpai pada anak-anak, penyebabnya dapat bervariasi hal ini berdasarkan usia anak. Menurut laporan WHO, sekitar 800.000 hingga 1 juta anak meninggal dunia setiap tahun akibat pneumonia. Bahkan UNICEF dan WHO menyebutkan pneumonia sebagai kematian tertinggi anak balita, melebihi penyakit-penyakit lain seperti campak, malaria serta AIDS. Salah satu jenis pneumonia adalah bronkopneumonia.

Gejala pneumonia pada anak, antara lain:

  • Demam
  • Nyeri dada
  • Kesulitan bernafas (sesak)
  • Lemas
  • Perubahan nafsu makan

Tiga gejala awal yang disebutkan di atas, sering disebut juga dengan trias pneumonia. 

Cara menghindari komplikasi pneumonia pada anak adalah dengan memberikan obat rumah, sesuai dengan aturan yang tertera, banyak minum air hangat atau semangkuk sup.

Apabila gejala masih berlanjut, sangat disarankan agar anda segera berkonsultasi dengan dokter sehingga gejala pneumonia tersebut tidak semakin parah dan dapat segera di tangani. 

Referensi:

  1. Pneumonia (https://www.sehatq.com/penyakit/pneumonia)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *