Peradangan Kulit (Psoriasis)

Psoriasis atau peradangan kulit biasanya tumbuh di daerah lutut, siku, punggung bagian bawah, dan kulit kepala. Tetapi dalam beberapa kasus khusus psoriasis berkembang di kuku, mulut, dan di area sekitar alat kelamin. 

Peradangan ini bisa terjadi kepada siapapun dan tergolong penyakit yang tidak menular. 

Beberapa faktor yang dapat memicu peradangan ini, antara lain:

  • Saat daya tahan imun tubuh kita menurun 
  • Faktor genetik
  • Stress 
  • Infeksi tenggorokan
  • Cuaca dingin
  • Infeksi
  • Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebih
  • Konsumsi beberapa jenis obat (seperti obat darah tinggi dan obat malaria)

Ciri-ciri psoriasis antara lain:

  • Kulit terasa gatal
  • Nyeri
  • Mudah terkelupas
  • Bersisik
  • Ruam merah
  • Kulit kering
  • Tebal atau kapalan (terkadang sampai retak dan berdarah). 

Ciri-ciri tersebut sebenarnya merupakan proses dari produksi kulit yang dipercepat. Produksi berlebih ini mengarah pada penumpukan sel-sel kulit dan bisa terjadi dalam kurun waktu beberapa hari sampai dengan sebulan, tergantung pada kondisi fisik seseorang. 

Belum ada penelitian resmi di Indonesia mengenai psoriasis, tetapi mereka yang memiliki psoriasis juga memiliki penyakit lain, seperti: 

  • Depresi
  • Radang sendi psoriatik
  • Diabetes tipe 2
  • Kegelisahan
  • Penyakit radang usus
  • Penyakit jantung
Peradangan Kulit - Psoriasis

Jenis-Jenis Psoriasis:

Psoriasis vulgaris

Psoriasis plak atau psoriasis vulgaris adalah jenis yang paling umum di dunia (80-90% dari total  seluruh kasus psoriasis). Psoriasis ini tingkat keparahannya tergolong ringan hingga sedang, serta dapat menyebabkan: 

  • Gatal
  • Perubahan warna kulit menjadi bertambah gelap
  • Bercak merah dan meradang (pecah-pecah) yang menutupi area kulit. Bercak ini sering ditutupi oleh sisik kering tipis dengan warna putih keperakan. 

Plak jenis ini dapat kita temukan di:

  • Siku
  • Lutut
  • Kulit kepala
  • Psoriasis pada kuku
  • Kulit punggung bawah.

Psoriasis inversa 

Psoriasis inversa tidak umum dijumpai dan dapat menyerang siapa saja termasuk anak-anak dan bayi. Psoriasis jenis ini dapat menyebabkan area kulit memerah, mengkilap dan meradang, serta bertekstur halus dan licin dengan memiliki bentuk lebar dan sisi yang membulat. 

Perubahan kulit ini umumnya muncul di:

  • Ketiak
  • Pangkal paha
  • Di bawah payudara
  • Tengkuk leher
  • Di belakang lutut
  • Bokong
  • Penis 
  • Di sekitar lipatan kulit di alat kelamin 

 Tetapi tidak menutup kemungkinan dapat juga dijumpai di bagian tubuh lainnya.

Psoriasis pustulosa 

Biasanya terjadi pada orang dewasa. Psoriasis ini menyebabkan bintil putih yang bernanah dan dikelilingi warna merah pada kulit yang meradang, dimana nanah tersebut berisi sel-sel darah putih, tetapi tidak menular dan tidak mengakibatkan infeksi. Setelah bintil hilang, kulit pun dapat berubah menjadi bersisik.

Jenis psoriasis pustular yang lebih spesifik disebut pustulosis palmoplantar dan dapat menyebabkan terbentuk lepuhan di telapak tangan dan telapak kaki tetapi dapat juga meluas. Lepuhan dapat berbentuk pola dan seiring waktu, lepuhan ini akan menjadi kerak berwarna kecoklatan.

Psoriasis guttata

Psoriasis jenis ini paling umum ditemui pada anak-anak dan remaja. Bintik-bintik merah muda kecil (pustula) yang cenderung tipis (tidak setebal psoriasis plak) adalah akibat dari psoriasis jenis ini dan dapat kita lihat di bagian tubuh, lengan, dan kaki. Tetapi dalam beberapa kasus khusus kita juga dapat kita lihat di wajah, telinga, dan kulit kepala. 

Penyebab psoriasis guttata biasanya muncul setelah terjadi infeksi pada kulit, contohnya akibat infeksi virus cacar air (bakteri streptococcus).

Peradangan Kulit

Psoriasis eritrodermik

Psoriasis eritrodermik adalah jenis psoriasis yang sangat jarang terjadi tetapi sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan gagal jantung dan pneumonia, sehingga individu harus segera mengunjungi dokter.

Seringkali psoriasis ini menutupi sebagian besar tubuh sekaligus. Sehingga kulit hampir tampak seperti terbakar matahari sampai akhirnya bersisik, meluas, serta mengelupas. Tidak jarang seseorang dengan jenis psoriasis ini mengalami demam atau sakit berat.

Adapun gejala lain yang mungkin timbul, seperti:

  • Demam 
  • Kulit merah yang meradang dan mengelupas
  • Gatal parah, nyeri, dan panas seperti terbakar
  • Kulit terlihat seperti luka bakar
  • Denyut jantung lebih cepat
  • Bengkak di kaki atau pergelangan kaki

Psoriasis pada kulit kepala

Psoriasis pada kulit kepala berbeda dari eksim di kulit kepala (eksim seboroik). Sebuah penelitian yang dilakukan di  RSUP. Prof. DR. R. D. Kandou Manado periode Januari 2013 – Desember 2015, Sebanyak 4,25 persen orang yang mengalami psoriasis di bagian kulit kepala dan tubuh (narasumber {ejournal}). 

Gejala yang ditimbulkan, antara lain:

  • Rambut rontok sementara selama kekambuhan gejala
  • Rasa gatal
  • Kulit kepala terkelupas
  • Kulit kepala berdarah
  • Kulit kepala kering
  • Kulit tebal berwarna merah di kulit kepala

Artritis Psoriatik (radang sendi)

Artritis psoriatik adalah kondisi kronis dan merupakan oligo artritis seronegatif yang paling umum ditemukan pada pasien psoriasis, dimana faktor genetik sangat berpengaruh. Psoriasis ini sering mengakibatkan bengkak, nyeri dan peradangan di persendian jari, sehingga banyak orang juga salah mengartikannya sebagai peradangan sendi (rheumatoid arthritis). Adanya area kulit merah yang meradang dengan plak dapat juga membantu membedakan jenis artritis ini dari yang lain.

Rasa nyeri, pembengkakan dan peradangan terdapat di:

  • Pergelangan tangan, lutut, atau pergelangan kaki Anda.
  • Persendian tangan atau kaki
  • Persendian jari
  • Punggung bagian bawah

Cara untuk meringankan gejala, menghilangkan rasa sakit, dan meningkatkan mobilitas sendi antara lain dengan menurunkan berat badan dan mempertahankan pola makan yang sehat. Menghindari pemicu juga dapat membantu mengurangi radang sendi psoriasis. Diagnosis dan rencana penatalaksanaan dini dapat mengurangi kemungkinan terjadi komplikasi yang parah, termasuk kerusakan sendi.

Psoriasis Kuku

Psoriasis ini terjadi di semua subtipe psoriasis. Sekitar 50 persen pasien psoriasis dapat terkena psoriasis pada kuku jarinya, dan sekitar 35 persen pada kuku ibu jarinya. Gambaran yang biasa timbul berupa pitting, onikolisis, hiperkeratosis subungual, distrofi lempeng kuku dan tanda “oil-drop” (warna jingga-kekuningan pada bagian bawah lempeng kuku).

Diagnosis psoriasis

Psoriasis

Psoriasis dapat didiagnosa dengan cara:

  1. Biopsi

Biopsi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh dokter dengan cara mengambil sampel kecil dari kulit untuk memastikan dugaan diagnosis mereka. Langkah ini diambil apabila gejala yang dimiliki pasien kurang jelas, langkah ini juga dapat menyingkirkan kemungkinan gangguan atau infeksi lainnya.

Dokter mungkin akan menyuntikkan anestesi lokal untuk mengurangi rasa nyeri selama proses biopsi berlangsung. Kemudian sampel kulit akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop.

  1. Pemeriksaan fisik

Diagnosis dari psoriasis dapat dilihat secara klinis karena tipe lesi kulit psoriasis memengaruhi pemeriksaan fisik dan tentunya jangan lupa untuk memberitahukan dokter anda apabila ada anggota keluarga yang juga memiliki  riwayat psoriasis.

Tanda-tanda di bawah ini dapat membantu dalam pemeriksaan klinis, seperti:

  • Ketebalan plak 
  • Psoriasis pada usia awal <35 tahun dan pada usia lanjut >50 tahun
  • Ukuran plak: plak kecil <3cm dan plak besar >3cm
  • Jenis psoriasis

Beberapa cara dibawah ini dapat digunakan untuk menilai tingkat keparahan suatu psoriasis:

  • Body Surface Area (BSA): Penilaian berdasarkan seberapa banyak area permukaan tubuh yang terkena, dengan penilaian 1 persen dari area permukaan tubuh disamakan dengan telapak tangan pasien. Dianggap ringan jika area yang terkena kurang dari 5 persen area permukaan tubuh, sedang jika area yang terkena 5-10 persen area permukaan tubuh, dan berat jika mengenai >10 persen area permukaan tubuh
  • Physicians/Patients Global Assessment (PGA): Penilaian tingkat keparahan dilakukan bersama oleh dokter dan pasien menggunakan penilaian global statis dengan deskripsi “clear”, “nearly clear”, “mild”, “moderate”, “severe”, dan “very severe”
  • Psoriasis Area and Severity Index (PASI): Mengukur keseluruhan tingkat keparahan dan luasnya psoriasis dengan cara menilai BSA dan intensitas dari lesi kulit berupa kemerahan, ketebalan, dan skuama. Skor kemudian dikalkulasikan antara 0 (tidak terdapat penyakit) hingga 72 (maksimal). 
  1. Anamnesis

Pada metode ini, dokter akan menanyakan:

  • Umur pasien ketika psoriasis timbul dan riwayat psoriasis di keluarga. Psoriasis akan semakin sering terjadi dan penyebaran juga menjadi lebih luas apabila umur pasien semakin muda dan apabila ada riwayat psoriasis di dalam keluarga.
  • Mengetahui relaps (remisi), hal ini untuk mengetahui tingkat kerentanan pasien terhadap penyakitnya. Apabila ternyata pasien mudah kambuh maka kemungkinan besar pasien memiliki penyakit yang lebih berat dengan penyebaran yang lebih luas. 
  • Kapan dan berapa lama tanda-tanda penyebaran sudah terjadi, agar dapat mengategorikan psoriasis dan tingkat keparahannya.

Pengobatan

Psoriasis tidak ada obatnya tetapi dapat ditekan penyebarannya dengan melakukan perawatan, agar peradangan dan sisik dapat berkurang, menghilangkan plak dan memperlambat pertumbuhan sel-sel kulit. 

Ada beberapa macam perawatan, antara lain:

  1. Terapi cahaya

Cara ini dapat digunakan pada psoriasis ringan hingga sedang dengan menggunakan sinar matahari (UVB) atau sinar ultraviolet (UV), sinar matahari membunuh sel-sel darah putih yang terlalu aktif yang menyerang sel-sel kulit yang sehat dan menyebabkan pertumbuhan sel yang cepat. 

  1. Perawatan topikal
  • Psoriasis ringan hingga sedang dapat menggunakan krim dan salep yang dioleskan langsung ke kulit, langkah ini dapat mengurangi penggunaan obat-obatan sistemik
  • Penderita psoriasis sedang hingga psoriasis berat dan mereka yang tidak merespons dengan baik terhadap jenis perawatan lain mungkin perlu menggunakan obat oral atau suntik (injeksi). Tetapi perlu diketahui bahwa pengobatan dengan cara ini dapat mengakibatkan efek samping, sehingga dokter biasanya hanya akan melakukannya untuk perawatan dalam jangka waktu yang singkat.

Contoh obat oral atau suntik (injeksi) yang sering digunakan:

  • Biologis

Obat-obatan ini disuntikkan melalui infus intravena (IV). Cara kerjanya yaitu dengan mengubah sistem kekebalan tubuh dan mencegah interaksi antara sistem kekebalan tubuh dengan jalur peradangan.

  • Metotreksat

Metotreksat juga menekan sistem kekebalan tubuh, tetapi jika digunakan dalam dosis rendah efek sampingnya lebih sedikit. Penggunaan dalam jangka panjang dapat memberikan efek samping yang serius, seperti kerusakan hati dan berkurangnya produksi sel darah merah dan putih.

  • Retinoid

Retinoid kurang digemari karena meskipun dapat mengurangi produksi sel kulit, tetapi jika Jika penggunaannya dihentikan, maka gejala psoriasis mungkin dapat muncul kembali. Efek samping yang dapat timbul antara lain kerontokan rambut dan inflamasi bibir.

Ibu hamil atau yang akan hamil dalam waktu tiga tahun ke depan sebaiknya tidak mengkonsumsi retinoid karena dapat mengakibatkan kelainan bawaan pada bayi baru lahir.

  • Metotreksat

Metotreksat juga menekan sistem kekebalan tubuh, tetapi jika digunakan dalam dosis rendah efek sampingnya lebih sedikit. Penggunaan dalam jangka panjang dapat memberikan efek samping yang serius, seperti kerusakan hati dan berkurangnya produksi sel darah merah dan putih.

  • Siklosporin/Cyclosporine (Sandimmune)

Siklosporin (Sandimmune) bisa meredakan gejala psoriasis dengan cara mencegah respons sistem kekebalan. Tetapi ini berarti Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga Anda bisa lebih mudah sakit. Sakit ginjal dan tekanan darah tinggi merupakan efek dari obatan ini.

Perawatan psoriasis topikal meliputi:

  • Penggunaan pelembab
  • Analog vitamin D
  • Kortikosteroid topikal
  • Anthralin
  • Retinoid topikal
  • Asam salisilat

Setiap orang tentunya memiliki kulit yang berbeda sehingga untuk sebagian orang mungkin dapat menggunakan perawatan yang sama untuk seumur hidupnya tetapi sebagian orang lainnya mungkin sesekali perlu mengubah cara perawatannya (kombinasi perawatan).

Diet untuk penderita psoriasis

Melakukan hal-hal dibawah ini dapat membantu meringankan gejala psoriasis:

  1. Pertimbangkan untuk mengonsumsi vitamin

Vitamin alami (buah dan sayur) akan lebih baik dari pada vitamin dalam bentuk pil. Tetapi kebutuhan setiap individu pasti berbeda, untuk itu sebaiknya konsultasikan hal ini dengan dokter anda.

  1. Hindari makanan pemicu psoriasis

Makanan tertentu juga menyebabkan peradangan dan psoriasis, seperti:

  • Produk yang mengandung susu
  • Gula rafinasi
  • Daging merah
  • Makanan olahan
  1. Berat badan ideal

Kurang jelas bagaimana berat badan berhubungan dengan psoriasis tetapi meskipun gejala Anda tidak berubah, menjaga berat badan baik untuk kesehatan Anda secara keseluruhan.

Salah satunya dengan cara menjaga berat badan adalah dengan mengonsumsi makanan yang menyehatkan jantung dan kurangi asupan lemak jenuh, serta meningkatkan asupan protein tanpa lemak yang mengandung asam lemak omega-3 (salmon, sarden, dan udang), biji-bijian (kenari, biji rami, dan kedelai) dan sayuran omega-3.

  1. Mengurangi konsumsi alkohol 

Meminum alkohol dapat meningkatkan risiko Anda kambuh. 

Hidup dengan psoriasis

Memang tidak mudah hidup dengan psoriasis, tetapi dengan cara yang tepat kita dapat mengurangi gejala dan efek yang ada sehingga kita dapat menjalani hidup dengan lebih baik.

Ketiga area di bawah ini akan membantu Anda dalam jangka pendek dan jangka panjang:

  1. Diet

Menurunkan berat badan dan mempertahankan pola makan yang sehat dapat membantu meringankan dan mengurangi gejala psoriasis. Makan makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, biji-bijian, dan sayuran, serta membatasi makanan yang dapat memperburuk peradangan (Produk yang mengandung susu, gula rafinasi dan makanan olahan).

  1. Hindari buah dan sayuran Nightshade karena dapat memicu psoriasis

Seperti:

  • Terong
  • Tomat
  • Cabai rawit
  • Kentang putih
  • Paprika 
  1. Mengelola dan mengatasi stres

Cara berikut ini dapat mengurangi stres:

  • Yoga
  • Meditasi
  • Pernafasan
  1. Jaga kesehatan emosional

Psoriasis dapat mengakibatkan timbulnya rasa kurang percaya diri, frustasi dan depresi, apalagi ketika bintik-bintik baru muncul. Cobalah berbicara dengan psikolog atau bergabung dengan kelompok untuk orang-orang dengan psoriasis.

Statistik psoriasis

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), beberapa penelitian memperkirakan sebesar 75 persen dari kasus psoriasis terdiagnosa sebelum usia 46 tahun. Menurut Ketua Kelompok Studi Psoriasis Indonesia (KSPI) dr. Endi Novianto, SpKK, FINSDV, FAADV, sekitar 2-3 persen penduduk  Indonesia menderita psoriasis (narasumber {Tirto.id}). 

Referensi:

  1. https://www.healthline.com/health/psoriasis#psoriasis-treatments
  2. https://www.alomedika.com/penyakit/dermatovenerologi/psoriasis/diagnosis (pemeriksaan fisik, psoriasis kuku, Psoriasis Vulgaris, Artritis Psoriatik, tingkat keparahan suatu psoriasis) 
  3. https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/dermatologi/jenis-psoriasis-umum/ (Psoriasis pada kulit kepala, Artritis Psoriatik, Psoriasis eritrodermik)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *