Kepribadian Ganda (DID)

Pemahaman

Kepribadian adalah kombinasi sifat-sifat dalam diri seseorang yang mengarahkannya untuk berpikir, berperasaan, dan bertingkah laku tertentu yang khas dalam berhubungan dengan lingkungannya. Sedangkan definisi karakter sendiri ialah kombinasi sifat-sifat dalam diri seseorang yang menjadikannya unik, berdasarkan apa yang ia sudah miliki sejak lahir (genetik) maupun apa yang ia pelajari dalam hidupnya (lingkungan). Perbedaan karakter dan kepribadian, kata kepribadian sendiri bersifat menetap dan faktor yang mempengaruhi kepribadian yaitu faktor keturunan (sebelum kelahiran), sedangkan karakter lebih terbentuk karena pembelajaran terhadap nilai dan kepercayaan (setelah kelahiran). Arti sifat merupakan ciri-ciri kejiwaan atau karakter, tentang kepribadian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan bagaimana seseorang berperilaku dalam kehidupan sehari-harinya.

Pengertian kepribadian ganda atau DID adalah gangguan identitas disosiatif (dahulu kepribadian ganda disebut Multiple personality disorder), dimana ada dua kepribadian atau lebih identitas bergiliran mengambil alih kendali orang yang sama. Selain itu, orang tersebut tidak mengingat informasi yang biasanya mudah diingat, seperti peristiwa sehari-hari, informasi pribadi penting dan atau peristiwa traumatis atau stres. Pengertian disosiatif sendiri ialah bertentangan dengan seseorang ataupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.

Stres ekstrim selama masa kanak-kanak dapat menghalangi beberapa anak untuk mengintegrasikan pengalaman mereka ke dalam identitas yang kohesif dan menjadi penyebab kepribadian ganda. Beberapa gejala bisa datang dan pergi dengan sendirinya, tetapi gangguan identitas disosiatif tidak sembuh dengan sendirinya. Wawancara psikiatri yang cermat serta kuesioner khusus, terkadang difasilitasi oleh hipnosis atau dengan pemberian obat penenang, membantu dokter untuk membuat diagnosis. Psikoterapi komprehensif dapat membantu orang tersebut mengintegrasikan identitas mereka atau setidaknya memfasilitasi kerjasama dari identitas tersebut.

Pemulihan seseorang tergantung pada pertanda dan karakteristik yang mereka miliki serta kualitas dan durasi pengobatan yang mereka terima. Misalnya, jauh lebih sulit bagi orang yang menderita gangguan mental berat lainnya, yang menghadirkan disfungsi dalam hidupnya atau yang tetap terikat kuat dengan penyerangnya. Orang tersebut mungkin membutuhkan perawatan yang lebih lama dan perawatannya kurang efektif.

Jumlah orang dengan gangguan identitas disosiatif tidak diketahui. Sebuah penelitian kecil menemukan bahwa hampir 1,5% orang mengalami gangguan tersebut pada tahun tertentu.

Bentuk gangguan identitas disosiatif

Jenis kepribadian ganda dapat mengambil dua bentuk, yaitu dengan dan tanpa pengalaman kepemilikan. Dalam bentuk dengan penguasaan, identitas orang yang berbeda tampaknya merupakan agen eksternal yang mengendalikan orang tersebut. Agen eksternal ini dapat digambarkan sebagai makhluk supernatural atau roh (seringkali iblis atau dewa, yang mungkin menuntut hukuman atas tindakan di masa lalu), tetapi terkadang juga menggambarkan orang lain (seringkali orang yang sudah meninggal). Bagaimanapun, orang tersebut berbicara dan bertindak sangat berbeda dari biasanya. Karena itu, perbedaan identitas terlihat jelas bagi orang lain. Dalam banyak budaya, status kepemilikan yang sebanding merupakan bagian integral dari budaya atau agama lokal dan tidak dianggap sebagai gangguan. 

Bentuk-bentuk tanpa kepemilikan biasanya kurang jelas bagi orang lain. Orang berkepribadian ganda mungkin mengalami perubahan tiba-tiba dalam kesadaran diri mereka, mungkin perasaan bahwa mereka adalah pengamat ucapan, emosi, tindakan dan bukan dirinya sendiri.

Etiologi kepribadian ganda

DID biasanya terjadi pada orang yang pernah mengalami stres atau trauma berat selama masa kanak-kanak. Di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa, hampir 90% orang dengan gangguan ini telah mengalami pelecehan parah (secara fisik, seksual, atau emosional) atau diabaikan selama masa kanak-kanak. Beberapa orang tidak pernah dilecehkan tetapi pernah mengalami kehilangan yang signifikan sejak dini (seperti kematian orang tua), penyakit serius atau peristiwa yang sangat membuat stres lainnya.

Saat seorang anak berkembang, mereka harus belajar untuk mengintegrasikan berbagai jenis informasi dan pengalaman yang rumit dan berbeda ke dalam identitas pribadi yang kohesif dan kompleks. Pelecehan fisik dan seksual yang terjadi selama masa kanak-kanak, seiring berkembangnya identitas pribadi dan mengakibatkan efek yang berkepanjangan pada kemampuan seseorang untuk membentuk identitas tunggal yang bersatu, terutama bila pelakunya adalah orang tua atau anak-anak atau pengasuh.

Anak yang dilecehkan dapat melalui fase-fase di mana persepsi, ingatan dan emosi yang berbeda tentang pengalaman hidup mereka terkucil. Seiring waktu, anak-anak ini dapat mengembangkan kemampuan yang meningkat untuk menghindari pelecehan dengan melarikan atau melepaskan diri dari lingkungan fisik yang keras atau menarik diri ke dalam pikiran mereka. Setiap fase atau pengalaman traumatis dapat digunakan untuk menghasilkan identitas yang berbeda.

Namun, jika anak-anak yang rentan ini dilindungi secara memadai, di berikan contoh kepribadian yang baik dan didukung oleh orang dewasa yang benar-benar peduli, gangguan identitas disosiatif cenderung tidak berkembang.

Gejala kepribadian ganda

DID bersifat kronis dan berpotensi melumpuhkan, meskipun banyak orang masih dapat berfungsi dengan sangat baik dan menjalani kehidupan yang kreatif serta produktif. Beberapa ciri-ciri kepribadian ganda yang khas, diantaranya:

Amnesia

Amnesia ditandai dengan:

  • Menemukan bukti dari hal-hal yang telah dilakukan orang tetapi tidak diingat.
  • Orang mungkin merasa bahwa mereka telah “absen” selama beberapa waktu.
  • Contohnya, penderita mungkin lupa untuk sementara cara menggunakan komputer.
  • Kejadiaan terkini setiap hari dan keterampilan yang dipelajari yang tidak dapat diingat. 
  • Peristiwa pribadi masa lalu yang tidak dapat diingat. Misalnya, orang tersebut mungkin tidak mengingat periode masa kanak-kanak atau remaja tertentu.

Setelah episode amnesia, penderita mungkin akan:

  • Tidak ingat apa yang mereka lakukan atau tidak dapat menjelaskan perubahan perilaku mereka. 
  • Terkadang penderita diberi tahu bahwa mereka telah mengatakan atau melakukan hal-hal yang tidak mereka ingat.
  • Menemukan benda-benda di lemari mereka di rumah atau bagian tulisan tangan yang tidak dapat mereka jelaskan atau kenali. 
  • Berada di tempat yang berbeda dari tempat mereka terakhir kali diingat, tidak tahu mengapa atau bagaimana mereka sampai di sana. 

Identitas ganda

Dalam bentuk kepemilikan, perbedaan identitas terlihat jelas oleh anggota keluarga dan pengamat lainnya. Orang tersebut jelas berbicara dan bertindak dengan cara yang berbeda, seolah-olah orang lain atau makhluk lain telah mengambil alihnya.

Dalam bentuk tanpa kepemilikan,secara umum perbedaan identitas tidak begitu terlihat oleh pengamat. Alih-alih bertindak seolah-olah makhluk lain telah mengambil alihnya, orang dengan bentuk berkepribadian ganda ini mungkin merasa terlepas dari aspek tertentu dari diri mereka sendiri (suatu kondisi yang disebut depersonalisasi), seperti jika mereka melihat diri mereka sendiri dalam film atau seperti melihat orang lain. Mereka mungkin mendadak mulai berpikir, merasakan, mengatakan dan melakukan sesuatu yang tidak dapat mereka kendalikan dan yang tampaknya bukan milik mereka. Sikap, opini dan preferensi mereka (contohnya, mengenai makanan, pakaian atau minat) dapat tiba-tiba berubah dan kemudian kembali ke keadaan semula. 

Orang dengan kondisi ini merasakan tubuh mereka secara berbeda (misalnya, seperti anak kecil, atau lawan jenis) dan berpikir bahwa itu bukan milik mereka. Mereka bisa menyebut diri mereka sendiri sebagai orang pertama jamak (kita) atau orang ketiga (dia, ia, mereka, kalian), terkadang tanpa mengetahui alasannya.

Beberapa dari kepribadian orang tersebut mengetahui informasi pribadi penting yang tidak diketahui oleh orang lain. Beberapa kepribadian tampaknya mengenal orang lain dan berinteraksi dengan mereka dalam pekerjaan batin yang rumit. Seperti, kepribadian A dapat mengenal kepribadian seseorang (B) dan mengetahui apa yang dilakukan B, serta seolah-olah mengamati perilakunya. Kepribadian B mungkin atau mungkin tidak mengetahui kepribadian A dan seterusnya dengan kepribadian lain yang hadir. Perubahan kepribadian serta ketidaktahuan terhadap perilaku kepribadian lainnya seringkali membuat hidup kacau. 

Saat identitas berinteraksi satu sama lain, penderita terkadang melaporkan mendengar suara. Suara dapat berupa percakapan internal antar identitas atau dapat berbicara dengan orang tersebut secara langsung atau bahkan terkadang mengomentari perilaku orang tersebut. Beberapa suara dapat berbicara pada saat yang bersamaan dan itu bisa sangat membingungkan.

Orang dengan gangguan identitas disosiatif juga rentan terhadap gangguan identitas, suara, atau ingatan ke dalam aktivitas sehari-hari mereka. Misalnya, di tempat kerja, identitas yang marah dapat seketika mulai meneriaki rekan kerja atau supervisor.

Pertanda lainnya

Orang dengan berkepribadian ganda sering menggambarkan serangkaian ciri yang mungkin mirip dengan gangguan mental dan fisik lainnya. Misalnya, sakit kepala parah atau nyeri lainnya. Kelompok gejala yang berbeda muncul pada waktu yang berbeda. Beberapa dari gejala ini mungkin menunjukkan adanya kondisi lain, tetapi yang lain mungkin mencerminkan trauma pengalaman masa lalu hingga saat ini. Contoh kepribadian ganda dalam hal kesedihan, dapat menunjukkan koeksistensi depresi, tetapi juga dapat berarti bahwa salah satu kepribadian sedang menghidupkan kembali emosi yang terkait dengan kemalangan masa lalu.

Selain mendengar suara identitas lain, orang tersebut mungkin mengalami halusinasi jenis lain (visual, taktil, penciuman, atau rasa). Halusinasi dapat terjadi dengan latar belakang kilas balik. Karena itu, istilah kepribadian ganda dapat disalah artikan sebagai gangguan psikotik (seperti skizofrenia). Namun, gejala halusinasi ini berbeda dari karakteristik halusinasi gangguan psikotik. Orang dengan kepribadian ganda mengalami gejala yang berasal dari alter ego, di dalam kepala mereka. Misalnya, mereka mungkin merasa ada orang lain yang ingin menangis menggunakan matanya. Penderita skizofrenia umumnya berpikir bahwa sumbernya adalah dari luar (di luar dirinya).

Seringkali, orang mencoba menutupi atau mengecilkan gejala mereka, sehingga mempengaruhi orang lain.

Prognosis kepribadian ganda

Seperti banyak orang yang pernah mengalami pelecehan, mereka mungkin mencari atau tetap berada dalam situasi berbahaya dan mungkin mengalami trauma lebih lanjut. Banyak orang dengan berkepribadian ganda, juga menderita:

  • Penyalahgunaan zat
  • Terganggunya fungsi seksual
  • Episode menyakiti dan perilaku bunuh diri (pikiran dan upaya)
  • Depresi dan kecemasan, sehingga mereka cenderung merugikan diri sendiri. 

Anamnesis kepribadian ganda

Pada pemeriksaan fisik, psikiater atau psikolog akan mendiagnosis berkepribadian ganda berdasarkan riwayat dan gejala seseorang:

  • Mereka sangat terganggu oleh gejalanya atau pertanda tersebut membuat mereka tidak dapat berfungsi dalam situasi sosial atau di tempat kerja.
  • Penderita mengalami kehilangan ingatan untuk acara penting dan aktifitas di keseharian. Informasi pribadi penting dan peristiwa traumatis), informasi yang biasanya tidak dilupakan.
  • Orang tersebut memiliki 2 atau lebih identitas, sehingga mempengaruhi perasaan mereka tentang diri mereka sendiri dan kemampuan untuk bertindak sebagai diri mereka sendiri terganggu.

Ahli jiwa melakukan wawancara psikiatri mendalam dan menggunakan kuesioner khusus, yang dikembangkan untuk memfasilitasi identifikasi penyakit did, memahami karakter seseorang dan menyingkirkan gangguan mental lainnya. Pemeriksaan fisik dan tes laboratorium mungkin diperlukan untuk menentukan apakah orang tersebut memiliki kelainan fisik yang dapat menjelaskan gejala tertentu.

Wawancara kadang-kadang berlangsung lama dan membutuhkan penggunaan hipnosis yang hati-hati atau pemberian obat penenang intravena untuk membuat orang tersebut rileks (perawatan difasilitasi dengan pemberian obat). Ahli jiwa mungkin juga meminta orang tersebut untuk membuat buku harian di antara kunjungan medis, agar ahli menemukan identitas lain atau membantu pasien mengungkapkan informasi yang berkaitan dengan periode yang terlupakan.

Dokter mungkin juga mencoba untuk menghubungi identitas lain secara langsung dengan meminta untuk berbicara dengan bagian otak yang terlibat dalam perilaku yang tidak dapat diingat orang tersebut atau yang tampaknya berasal dari orang lain.

Dokter biasanya dapat membedakan gangguan disosiatif dari identitas pura-pura (mensimulasikan gejala fisik atau psikologis untuk mendapatkan keuntungan). Jika dokter mencurigai pemalsuan, mereka juga dapat memeriksa informasi dari berbagai sumber untuk memeriksa ketidakkonsistenan yang menyingkirkan gangguan identitas disosiatif.

Simulator dapat melakukan tindakan berikut:

  • Cenderung menciptakan identitas alternatif stereotip
  • Cenderung melaporkan gejala gangguan yang diketahui secara berlebihan dan tidak melaporkan gejala lainnya
  • Seringkali sepertinya menyukai gagasan memiliki gangguan (orang yang berkepribadian ganda sering mencoba menyembunyikannya)

Penanganan kepribadian ganda

Tujuan pengobatan untuk penyakit kepribadian ganda biasanya untuk mengintegrasikan  minimum 2 kepribadian yang berbeda menjadi satu. Namun, ini tidak selalu mungkin. Dalam hal ini, kami mencoba untuk mendapatkan interaksi yang harmonis antara kepribadian yang berbeda, yang memungkinkan fungsi yang lebih normal.

Perawatan obat dapat meredakan beberapa gejala terkait tertentu (seperti kecemasan atau depresi), tetapi tidak bekerja pada gangguan itu sendiri. Psikoterapi adalah pengobatan utama yang digunakan untuk mengintegrasikan identitas yang berbeda, seringkali berlangsung lama, sulit dan menyakitkan secara emosional. Orang tersebut dapat mengalami banyak krisis emosional karena tindakan dari berbagai identitas dan keputusasaan yang dapat muncul saat peristiwa traumatis teringat selama terapi. Beberapa rawat inap psikiatri mungkin diperlukan untuk membantunya mengatasi masa-masa sulit dan menangani kenangan yang sangat menyakitkan. Selama rawat inap, orang tersebut didukung dan diikuti secara permanen.

Komponen penting dari psikoterapi yang efektif sebagai cara mengatasi kepribadian ganda meliputi:

  • Hadapi kenangan traumatis
  • Lindungi dari trauma lebih lanjut
  • Negosiasikan hubungan antar berbagai identitas
  • Memberikan cara untuk menstabilkan emosi yang intens
  • Bangun dan perkuat hubungan yang baik antara orang tersebut dan psikoterapis.

Terkadang psikoterapis menggunakan teknik seperti hipnosis untuk membantu penderita menenangkan diri, mengubah perspektif mereka terhadap peristiwa dan secara bertahap mengurangi kepekaan mereka terhadap efek ingatan traumatis yang terkadang hanya ditoleransi dalam dosis rendah. Hipnosis juga terkadang dapat membantu penderita belajar mengakses identitasnya, memfasilitasi komunikasi satu sama lain dan mengontrol perubahan di antara mereka.

Pencegahan kepribadian ganda

Dissociative Identity Disorder (DID) dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara ini, diantaranya:

  • Kelola stres
  • Tumbuh di lingkungan yang baik dan sehat
  • Dukungan keluarga dan orang-orang disekitarnya
  • Edukasi diri tentang DID, salah satunya dengan mengenal gejalanya dan mengakui bahwa pribadi ganda memang sebuah gangguan.

Referensi

  1. Economica: DID: Trauma based, Fad or Possession?: (https://www.economica.id/2018/10/17/did-trauma-based-fad-or-possession/)
  2. Kumparan: CiriCiri Kepribadian Ganda dan Cara Menyikapinya: (https://kumparan.com/quipperindonesia/ciricirikepribadiangandadancaramenyikapinya1tBrSMCPxF9/full)
  3. Brainly: Jelaskan perbedaan atau kesamaan kepribadian dan karakter: (https://brainly.co.id/tugas/17497006)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *