Kanker Kulit

Pengertian kanker kulit

Kulit adalah lapisan luar yang menutupi tubuh makhluk hidup dan berfungsi sebagai sistem ekskresi tubuh, dimana kulit akan membuang sisa metabolisme dan zat-zat tidak berguna lainnya (kotoran, racun, dan senyawa mineral berlebih) melalui keringat, agar terhindar dari zat-zat yg dapat meracuni tubuh. Kulit terdiri dari 3 lapisan utama, yaitu lapisan epidermis yang berfungsi untuk menahan air dan sebagai penghalang terhadap infeksi, lapisan dermis yang berfungsi untuk melengkapi kulit, dan lapisan hipodermis atau jaringan subkutan yaitu lapisan terbawah pada sistem integumen yang berfungsi untuk menyimpan lemak.

Pertumbuhan sel kulit yang tidak normal akan menyebabkan munculnya kanker kulit, hal ini dapat disebabkan karena kulit yang terlalu sering terpapar sinar matahari atau karena radiasi UV buatan. Namun, sel kanker juga dapat menyerang kulit yang jarang terpapar sinar matahari dan dapat menyerang semua jenis warna kulit. Ada berbagai jenis kanker kulit, tetapi secara umum tipe kanker kulit terbagi menjadi 2, yaitu kanker melanoma dan kanker kulit epitel (karsinoma keratinosit) yang terdiri dari epitel sel basal dan skuamosa.

Kanker kulit dapat menyerang semua jenis warna kulit. Seseorang yang memiliki kulit putih akan memiliki lebih sedikit pigmen (melanin) di kulit sehingga memiliki lebih sedikit perlindungan dari kerusakan radiasi UV. Sedangkan pada orang yang memiliki warna kulit yang lebih gelap, kanker kulit umumnya terjadi di daerah yang jarang terpapar sinar matahari (seperti telapak tangan dan telapak kaki). 

Kelompok peneliti kanker dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO) pada tahun 2018, menyatakan paling tidak ada sekitar 18 juta kasus kanker baru di dunia, dimana jumlah kematiannya lebih dari 9 juta jiwa. Belum ada data resmi mengenai jumlah penderita kanker kulit di Indonesia, tetapi pada tahun 2018 penderita kanker secara umum telah mencapai 4,8 juta orang.

apa itu Penyakit Kanker Kulit

Pemicu kanker kulit

Kanker kulit dapat disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya:

  • Paparan sinar matahari atau karena radiasi UV buatan
  • Memiliki kondisi kulit tertentu, seperti adanya bekas luka, luka bakar dan tukak kronis
  • Faktor iatrogenik medis, penyakit yang diakibatkan oleh kesalahan diagnosis dokter. Beberapa jenis tindakan atau perawatan yang dapat menyebabkan iatrogenik medis, contohnya terapi radiasi dan perawatan imunosupresif

Kanker kulit epitel (karsinoma keratinosit)

Kanker kulit epitel merupakan kanker yang terdapat pada lapisan superfisial (lapisan) paling atas kulit (epidermis), dimana kanker kulit epitel dibagi menjadi 2 tipe, yaitu epitel sel basal dan epitel sel skuamosa. Ke 2 tipe kanker kulit tersebut terjadi akibat adanya kesalahan mutasi DNA pada sel-sel kulit, sehingga menyebabkan sel kulit tumbuh tidak terkendali dan membentuk sekumpulan sel kanker. 

Faktor risiko karsinoma 

Faktor-faktor dibawah ini juga dapat memicu terjadinya kanker kulit epitel, diantaranya:

  • Memiliki kulit pucat dan bintik-bintik pigmen (keratosis solar)
  • Menjalani terapi radiasi dan menjalani perawatan imunosupresif
  • Memiliki rambut merah atau pirang dengan warna mata yang cerah
  • Memiliki kondisi kulit tertentu, seperti memiliki bekas luka, luka bakar, tukak kronis, penyakit kulit inflamasi, dll.
  • Faktor toksik, terpapar zat-zat kimia beracun secara terus menerus 
  • Merokok, dapat menyebabkan terjadinya kanker bibir bagian bawah bawah
  • Faktor lingkungan, terpapar sinar matahari atau karena radiasi UV buatan secara  berlebihan dan terus menerus  

Epitel sel basal atau basal cell carcinoma (BCC)

Kanker kulit epitel sel basal berasal dari sel basal epidermis (lapisan paling atas pada kulit) dan  ditandai dengan munculnya benjolan kecil seperti mutiara yang terdapat bercak seperti bekas luka. Apabila tidak diobati maka kanker dapat tumbuh menjadi lebih besar dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, sehingga dapat berubah menjadi tumor.  Umumnya kanker kulit ini berkembang di area tubuh yang banyak terpapar  sinar matahari, seperti kepala, wajah, leher, punggung tangan dan lengan bawah.. 

Faktor risiko epitel sel basal

BBC dapat disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya:

  • Usia lanjut (lansia)
  • Melakukan perawatan dengan menggunakan bahan-bahan arsenik (arsen atau arsenikum), bahan kimia yang beracun
  • Memiliki tanda-tanda pra kanker kulit, seperti adanya lesi (luka) atau adanya tanda-tanda kulit yang terbakar matahari
  • Terkena paparan sinar UV atau matahari yang berlebihan atau tidak terlindungi dari matahari dan secara intens (terus menerus)
  • Memiliki kulit sensitif yang mudah terbakar dan tidak berubah warna menjadi kecokelatan ketika terkena paparan sinar UV
  • Melakukan perawatan yang menggunakan radiasi pengion, radiasi yang dapat menimbulkan partikel bermuatan listrik yang disebut ion (ionisasi)

Gejala epitel sel basal

Gejala yang dapat muncul sebagai pertanda dari kanker epitel sel basah, diantaranya:

  • Kulit menjadi menipis, kering, keriput, berkerak dan warna kulit menjadi tidak rata.
  • Terdapat ulserasi, yaitu lesi (luka) berbentuk seperti kawah pada kulit atau mukosa mulut.
  • Munculnya telangiektasis, melebarnya pembuluh darah kecil di permukaan kulit sehingga membuat kulit memiliki struktur yang mirip jaring laba-laba (spider veins).
  • Munculnya ruam eritematosa secara terus menerus, dimana kulit memerah akibat dari pelebaran pembuluh darah di bawah kulit.
  • Munculnya lesi papular, dimana papul membesar secara perlahan hingga menjadi plak dan bagian tengah plak perlahan akan berubah warna menjadi merah gelap atau kecoklatan.
  • Muncul papula, salah satu jenis jerawat yang muncul di bawah permukaan kulit tetapi tidak memiliki titik nanah, berwarna kekuningan, nyeri, dan area sekitarnya dapat berwarna kemerahan.
  • Munculnya plak akibat elastosis, dimana kulit kehilangan kekuatan dan fleksibilitasnya yang disebabkan karena jaringan ikat kulit, kolagen dan serat elastin yang terletak di lapisan kulit yang lebih dalam (dermis) terkena radiasi ultraviolet.
  • Munculnya manik epitheliomatous. Butiran kecil pada kulit yang dapat tembus cahaya dengan diameter 1-5 mm, berbentuk oval, terlihat jelas dan dapat ditemukan di pinggiran lesi (luka)

Komplikasi epitel sel basa

Karsinoma keratinosit yang tidak ditangani, dapat tumbuh menjadi lebih besar dan menyebar ke bagian lain dari tubuh. Seseorang yang pernah menderita kanker kulit, akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terserang kanker kulit kembali di lokasi sama maupun di lokasi yang berbeda dari sebelumnya (terutama apabila perawatan sebelumnya tidak dilakukan dengan tepat)

Pemeriksaan epitel sel basal

Seperti pada umumnya setiap pemeriksaan akan dilakukan oleh dokter dengan menanyakan riwayat kesehatan (baik individu maupun keluarga), menanyakan gejala, melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda penyakit, serta apabila diperlukan dokter juga dapat melakukan tes tambahan.

Pemeriksaan fisik akan lebih didasari pada bentuk, ukuran, warna, pendarahan dan tekstur area yang mencurigakan pada kulit. Tes tambahan biopsi mungkin akan dilakukan dokter, apabila dicurigai adanya tanda-tanda kanker kulit. Tes biopsi dilakukan dengan diagnosis histologis yaitu dengan mengambil sedikit kulit pasien yang dicurigai sebagai kanker kulit untuk pemeriksaan laboratorium, hasilnya akan keluar setelah 1 minggu dan akan menentukan apakah pasien menderita kanker kulit atau tidak.

Kanker Kulit

Penyembuhan epitel sel basal

Penyembuhan akan dilakukan berdasarkan pada ukuran, jenis, kedalaman, dan lokasi kanker kulit. Terkadang kanker kulit bisa diangkat selama proses biopsi, sehingga tidak diperlukan adanya tindakan perawatan lebih lanjut. Jika kanker berukuran besar atau telah menyebar ke luar dari permukaan kulit, maka akan lebih banyak jaringan yang perlu untuk diangkat sehingga penyembuhan yang lebih intensif akan perlu dilakukan. Setelah proses penyembuhan selesai, penderita harus tetap melakukan pemeriksaan rutin ke dokter (setiap 6 bulan atau setiap tahun) untuk mencegah risiko timbulnya karsinoma kulit lainnya.

Beberapa jenis penyembuhan yang dapat direkomendasikan dokter, antara lain:

Operasi eksisi

Jenis perawatan ini mungkin cocok untuk semua jenis kanker kulit. Dilakukan  dengan mengangkat kanker dan kulit sehat di sekitarnya untuk membunuh sel-sel abnormal.

Bedah krio atau cryotherapy (cryosurgery)

Bedah krio digunakan untuk menghancurkan beberapa kanker kecil pada kulit, bercak kasar dan bersisik pada kulit (keratosis aktinik), serta dilakukan pada pasien yang tidak mampu menjalani jenis operasi bedah lainnya. Tindakan bedah dilakukan dengan membekukan pertumbuhan kanker di kulit menggunakan nitrogen cair, sel-sel kanker yang mati akan mengelupas ketika mencair. Luka akan terasa sakit, melepuh dan memerah selama beberapa hari, kemudian jaringan yang mati akan terkelupas. Penyembuhan dapat berlangsung selama beberapa minggu dan dapat meninggalkan bekas luka berwarna putih. 

Terapi fotodinamik (PDT)

Sel-sel kanker kulit akan mati setelah dilakukan terapi fotodinamik, dengan menggunakan sinar laser dan krim khusus. Tindakan ini umumnya dilakukan untuk mengobati kanker yang terdapat di atau dekat dengan permukaan kulit, dimana selama minimal 6 minggu setelah terapi pasien PDT harus menghindari sinar matahari langsung. Umumnya kulit akan sembuh dengan cepat dan tanpa meninggalkan bekas luka. Beberapa orang mungkin akan mengalami rasa sakit selama menjalani proses terapi PDT, khususnya apabila terapi dilakukan di daerah wajah  tetapi anestesi lokal sebelum PDT dapat membantu meringankan rasa sakitnya.

Imunoterapi

Imunoterapi adalah jenis pengobatan yang mendorong kerja sistem imun atau kekebalan tubuh agar lebih efektif dalam melawan penyakit, termasuk kanker. Pengobatan ini dapat diberikan lewat infus, obat minum, krim oles, atau disuntikkan langsung ke kandung kemih penderita kanker.

Salah satu pengobatan imunoterapi yang sering digunakan untuk pengobatan kanker adalah antibodi monoklonal (protein imun buatan). Protein ini didesain khusus untuk dapat menandai sel-sel kanker secara spesifik, sehingga dapat membunuh sel ganas tanpa ikut menghancurkan sel yang sehat.

penyakit Kanker Kulit

Epitel sel skuamosa 

Sel kanker skuamosa umumnya lebih agresif daripada kanker karsinoma sel basal, dimana sel kanker dapat menyebar hanya dibagian asalnya atau hanya di kelenjar getah bening tetapi dapat juga menyebar dari tempat asalnya menuju organ lain di dalam tubuh (metastasis). 

Tumor ini berasal dari keratinosit epidermis dan berkembang di lapisan luar kulit dan didalam bekas luka bakar (ulkus). Epidermis merupakan bagian terluar kulit dan terdiri dari sel-sel keratinosit yang membentuk struktur seperti dinding bata, yang terikat kuat satu sama lain, dan berfungsi untuk mencegah kelembaban, patogen, dan zat-zat kimia keluar masuk tubuh dengan bebas. 

Penyebab epitel skuamosa

Kanker kulit epitel skuamosa identik dengan epitel sel basal tetapi faktor tambahan dibawah ini juga dapat menyebabkan epitel skuamosa, diantaranya:

  • Terpapar sinar UV atau zat-zat kimia dalam jangka panjang dan secara terus menerus.
  • Terjadinya mutasi sel ganas pada luka lama, misalnya akibat luka bakar atau luka kronis seperti ulkus tungkai.
  • Mengidap jenis infeksi human papillomavirus-HPV, infeksi yang menyebabkan kutil di berbagai bagian tubuh.
  • Menderita penyakit bowen, gangguan usus besar yang menyebabkan nyeri di perut, gastritis, diare, dan sembelit.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu secara berkepanjangan, seperti psoralen (meladinin)adalah peningkatan risiko karsinoma sel skuamosa.

Gejala epitel skuamosa ditandai dengan munculnya benjolan (lesi) berwarna merah dan lesi datar yang memiliki permukaan seperti sisik.

Komplikasi epitel skuamosa

Gejala yang tidak diobati dapat bermutasi menjadi keratosis aktinik (lesi kulit prakanker), hingga akhirnya menjadi kanker sel skuamosa. Gejala keratosis aktinik, antara lain kulit menjadi kasar ketika disentuh, kulit dapat mengeras (hiperkeratotik), terdapat plak dengan ukuran yang bervariasi dan muncul bercak berwarna merah (keratotik) atau merah muda (eritematosa) 

Pemeriksaan epitel skuamosa

Seperti pada umumnya setiap pemeriksaan akan dilakukan oleh dokter dengan menanyakan riwayat kesehatan (baik individu maupun keluarga), menanyakan gejala, melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda penyakit, serta apabila diperlukan dokter juga dapat melakukan tes tambahan biopsi dengan menggunakan diagnosis histologis mungkin akan dilakukan dokter, apabila dicurigai adanya tanda-tanda kanker kulit. 

Penyembuhan epitel skuamosa

Penyembuhan akan dilakukan berdasarkan pada ukuran, jenis, kedalaman, dan lokasi kanker kulit. Setelah proses penyembuhan selesai, penderita harus tetap melakukan pemeriksaan rutin ke dokter (setiap 6 bulan atau setiap tahun) untuk mencegah risiko timbulnya karsinoma kulit lainnya.

Beberapa jenis metode penyembuhan dapat dilakukan sama seperti epitel sel basa, yaitu dengan operasi eksisi, bedah krio atau cryotherapy (cryosurgery), terapi fotodinamik (PDT) dan imunoterapi. Metode penyembuhan lain yang dapat direkomendasikan dokter, antara lain:

Kemoterapi

Pengobatan ini sering digunakan pada kanker kulit yang tidak dapat dibersihkan dengan cara operasi bedah lainnya, karena ukuran kanker yang sudah terlalu besar. Secara umum, obat antikanker seperti Imiquimod atau Fluorouracil (5-FU) harus digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker dan untuk mencegah penyebaran sel ke bagian tubuh yang lain, obat ini akan  merangsang sistem imun tubuh dan digunakan sebanyak 1-2 kali sehari selama 6 minggu pada kulit. Kulit yang diobati bisa menjadi berwarna kemerahan, terasa gatal, sakit, dan mungkin mengalami koreng, tetapi efek samping ini akan hilang seiring dengan berjalannya waktu dan tidak akan meninggalkan bekas luka. 

Radioterapi atau terapi radiasi

Sel-sel kanker akan mati setelah tindakan radioterapi, dimana terapi dilakukan dengan sinar radiasi bertenaga tinggi. Tindakan ini umumnya dilakukan kepada lansia, kepada mereka yang tidak dapat menjalani proses operasi bedah, pada kanker yang telah muncul berkali-kali, dan pada kanker yang telah berkembang ke dalam kulit atau kanker yang berada di daerah kulit yang sulit diangkat dengan operasi bedah, seperti kelopak mata, hidung, dahi, telinga. 

Kuretase dan elektrodesikasi

Tindakan pengobatan ini umumnya dilakukan untuk mengobati kanker sel basal superfisial. Anestesi lokal diberikan di sekitar benjolan atau di tempat kanker berada, kanker kemudian diangkat dengan kuret (pisau berbentuk sendok panjang digunakan untuk mengikis sel kanker). Kemudian kulit akan dialiri arus listrik untuk menghentikan pendarahan di area tersebut dan untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa. Luka akibat tindakan ini akan sembuh dalam waktu beberapa minggu dan dapat meninggalkan bekas luka berwarna pucat.

Melanoma

Para ahli belum dapat mengetahui pasti penyebab melanoma, tetapi sebagian besar terjadi akibat  paparan sinar UV dan beberapa tahi lalat juga dapat berubah menjadi melanoma. Melanoma adalah tumor ganas yang berkembang dari sel-sel yang memberi warna pada kulit (sel melanosit) dan mempengaruhi sel-sel epitel (sel yang berasal dari permukaan tubuh, seperti dari kulit, pembuluh darah, saluran kemih, atau organ-organ tubuh yang berfungsi untuk melindungi bagian dalam tubuh dari virus). Melanosit terdapat di kulit, selaput lendir, mata, sistem saraf pusat dan area kulit lainya yang terpapar sinar matahari.

Gejala melanoma

Kanker melanoma dapat menunjukan gejala, seperti:

  • Terjadi perubahan warna dan ukuran pada tahi lalat.
  • Munculnya bintik-bintik gelap baru di kulit (nevus pigmen).
  • Terdapat lesi gelap pada telapak kaki dan tangan serta ujung jari.
  • Terdapat lesi kecil yang bentuknya tidak teratur berwarna merah, putih, biru atau biru-hitam.

Penyebab dan faktor risiko 

Beberapa faktor dibawah ini dapat menyebabkan dan sekaligus menjadi faktor resiko terjadinya kanker melanoma, diantaranya:

  • Terpapar sinar UV dalam jangka panjang dan secara terus menerus
  • Memiliki kulit pucat dan bintik-bintik (ephelides) pigmen (keratosis solar)
  • Memiliki rambut merah atau pirang dengan warna mata yang cerah
  • Memiliki riwayat keluarga yang pernah menderita melanoma sebelumnya
  • Memiliki banyak tahi lalat (nevus pigmen) , terutama dalam ukuran besar atau tidak teratur
  • Memiliki warna kulit putih, pigmen (melanin) yang terdapat pada kulit putih akan lebih sedikit sehingga perlindungan dari kerusakan radiasi UV akan lebih sedikit.

Tahi lalat pada pria akan lebih banyak terdapat di dada dan di punggung, sedangkan pada wanita tahi lalat akan lebih banyak terdapat di kaki. Tanda-tanda tahi lalat yang dapat berubah menjadi kanker, antara lain:

  • Tahi lalat telah menjadi tertutup sisik atau kerak;
  • Tahi lalat berubah menjadi bisul atau terjadi perdarahan
  • Tahi lalat berwarna-warni atau distribusi warnanya tidak merata
  • Berada di bagian tubuh yang tidak sama dengan bagian tubuh lainnya 
  • Memiliki perbatasan daerah tahi lalat yang tidak teratur atau tidak jelas (mengikis)
  • Tahi lalat muncul ke permukaan kulit dengan bentuk yang tidak beraturan
  • Terjadi perubahan warna dan ukuran pada tahi lalat, ukurannya minimal 6mm atau menjadi semakin besar dari waktu ke waktu.
  • Jumlah dan ukuran tahi lalat bertambah, terutama apabila sudah berdiameter lebih dari 2cm

Jenis kanker melanoma

Kanker melanoma terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:

Melanoma penyebaran superfisial (melanoma maligna superfisial luas) atau superficial spreading melanoma (SSM) 

Muncul setelah selesai masa pubertas (30-50 tahun) dan umumnya pada pria akan terdapat di area punggung, sedangkan pada wanita umumnya akan muncul di kaki. Gejalanya diawali dengan munculnya bercak coklat atau hitam berpigmen kecil dengan diameter 5-10 mm, berukuran asimetris, dan tidak teratur. Apabila bercak berukuran di atas 10 mm, maka akan terlihat warna kebiruan, abu-abu atau merah muda dan bentuknya tidak beraturan.

Bintik yang dapat berpotensi menjadi kanker, mungkin akan memiliki tanda-tanda seperti lesi dengan warna biru di area sekitarnya, bintik menjadi menyebar, bentuk tepi bintik yang tidak teratur, terjadi perubahan bentuk, warna dan kepadatan.

Melanosis Dubreuilh 

Ini adalah bentuk paling tidak serius yang mempengaruhi orang tua. Melanoma ini muncul di wajah atau area kulit lain yang terpapar sinar matahari dan umumnya menyerang lansia. Gejalanya dapat berupa munculnya bintik besar (tetapi tidak bertambah besar) dengan ukuran  2 -6 cm, datar, berwarna coklat atau kecokelatan atau berwarna hitam yang tersusun secara acak di permukaan bintik. Bercak berpigmen di wajah, dapat menyebar secara bertahap. 

Melanoma kental

Jenis ini merupakan jenis yang agresif dan dapat terjadi pada semua usia, dimana gejalanya akan ditandai dengan tumor berkembang menjadi lebih vertikal, lesi menjadi lebih tebal. Tumor dapat tumbuh di kulit sehat maupun di kulit yang sudah rusak dan dapat nodul hitam yang tumbuh dengan cepat.

Ketebalan tumor dapat diukur dengan menggunakan indeks Breslow, yaitu indikator prognostik  yang mengukur secara vertikal dengan mikrometer okuler dan dapat mengukur  ketebalan dari lapisan granular  epidermis (butiran-butiran pada lapisan kulit atas) hingga sel tumor terdalam.

Pemeriksaan  melanoma

Seperti pada umumnya setiap pemeriksaan akan dilakukan oleh dokter dengan menanyakan riwayat kesehatan (baik individu maupun keluarga), menanyakan gejala, melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda penyakit, serta apabila diperlukan dokter juga dapat melakukan tes tambahan biopsi dengan menggunakan diagnosis histologis mungkin akan dilakukan dokter, apabila dicurigai adanya tanda-tanda kanker kulit. Tes tambahan lain yang dapat dilakukan dokter adalah  X-Ray paru, MRI dan tes fungsi hati.

Beberapa jenis metode penyembuhan dapat dilakukan sama seperti jenis kanker kulit lainnya, yaitu dengan operasi eksisi, bedah krio atau cryotherapy (cryosurgery), terapi fotodinamik (PDT), imunoterapi, kemoterapi, radioterapi atau terapi radiasi, kuretase dan elektrodesikasi. Metode penyembuhan lain yang dapat direkomendasikan dokter, adalah bedah Mohs. 

Bedah Mohs dilakukan dengan mengangkat pertumbuhan kulit lapis demi lapis tanpa perlu membuang jaringan yang sehat secara berlebihan, setiap lapisan diperiksa di bawah mikroskop sampai tidak ditemukan adanya sel abnormal. Prosedur ini digunakan untuk mengobati kanker kulit yang berukuran besar, kanker yang telah menembus ke dalam kulit, kanker kulit yang telah berulang kali terjadi dan untuk mengobati kanker kulit di daerah yang sulit diobati (seperti di daerah dekat mata).

Kanker Kulit adalah

Pencegahan kanker kulit

Kanker kulit dapat dicegah dengan cara melindungi diri dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh dokter kulit. Beberapa tindakan perlindungan diri dibawah ini dapat mencegah kanker kulit, diantaranya:

  • Hapus atau hilangkan tahi lalat yang mencurigakan.
  • Deteksi dini dengan melakukan periksa secara teratur ke dokter.
  • Menggunakan pakaian yang dapat melindungi dari paparan sinar matahari.
  • Kurangi intensitas terkena paparan sinar tanning bed atau sinar matahari, terutama dari jam 10 pagi – 4 sore.
  • Oleskan tabir surya dan lip balm dengan SPF minimal 30, setidaknya 30 menit sebelum keluar rumah dan aplikasikan kembali secara teratur.
  • Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan, beta-karoten dan vitamin E. Contohnya wortel, ubi jalar, pepaya, aprikot, minyak zaitun, sayuran hijau, gandum, kacang-kacangan dan buah.
  • Waspada pada bintik yang dapat berubah dalam beberapa minggu atau bulan atau apabila terjadi setelah masa kanak-kanak. Perubahan tersebut baik secara ukuran, bentuk, warna dan garis luar

Referensi:

  1. SehatQ: Kanker Kulit: (https://www.sehatq.com/penyakit/kanker-kulit)
  2. Smartpatient: Kanker Kulit: (https://www21.ha.org.hk/smartpatient/EM/MediaLibraries/EM/Diseases/Cancer/Skin%20Cancer/Cancer-Skin-Cancer-Indonesian.pdf?ext=.pdf)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *