Hipertensi

Pengertian hipertensi

Tekanan darah adalah kekuatan yang diberikan darah pada pembuluh darah. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi, tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg.

Untuk jangka waktu panjang, hipertensi dapat mengakibatkan penyakit serius. Seperti:

  • Gagal jantung
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Ginjal
  • Mata
  • Serangan dan kematian jantung mendadak
  • Stroke

Menurut data yang diperoleh oleh WHO pada tahun 2015 sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Sedangkan menurut IHME, di Indonesia pada tahun 2016 dari total 1,7 juta kematian 23,7%nya dikarenakan hipertensi.

Jenis dan Penyebab hipertensi

Penyebab hipertensi dapat berbeda, tergantung pada jenis hipertensi itu sendiri.

  1. Hipertensi primer (hipertensi esensial)

Hipertensi primer dapat berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. Penyebabnya juga belum diketahui pasti, namun diyakini kombinasi beberapa faktor dibawah ini dapat menjadi penyebabnya:

  • Genetik
  • Penurunan fungsi organ tubuh
  • Gaya hidup tidak sehat
hipertensi
  1. Hipertensi sekunder

Hipertensi sekunder cenderung terjadi dengan cepat, secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dibanding hipertensi primer.

Hipertensi sekunder dapat disebabkan karena beberapa kondisi, seperti:

  • Apnea tidur obstruktif (kesulitan bernafas yang berulang ketika sedang tidur)
  • Cacat jantung bawaan
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Konsumsi obat-obatan tertentu seperti pil KB, obat flu dan obat penghilang rasa sakit
  • Konsumsi obat-obatan terlarang
  • Masalah di bagian tiroid 
  • Penyakit ginjal
  • Tumor endokrin tertentu

Gejala hipertensi

Hipertensi dapat menjadi silent killer karena untuk hipertensi ringan, gejalanya hampir tidak dapat dirasakan. 

Untuk hipertensi yang sudah parah, gejala-gejalanya adalah: 

  • Dada terasa berdebar dan nyeri
  • Ditemukan darah dalam urin
  • Gangguan irama jantung (aritmia) 
  • Masalah pengeliatan 
  • Mimisan
  • Mudah lelah dan merasa kebingungan
  • Rasa berdebar di dada, leher, atau telinga
  • Sakit kepala dan pusing
  • Sulit bernafas

Diagnosis hipertensi

Pemeriksaan tekanan darah secara teratur sangat penting karena dapat anda dan dokter anda melihat adanya perubahan. Jika tekanan darah meningkat, dokter mungkin akan meminta agar anda melakukan pemeriksaan kembali selama beberapa hari atau minggu kedepan. Apabila tekanan darah anda tetap tinggi, dokter anda kemungkinan akan melakukan lebih banyak tes untuk menyingkirkan kondisi yang mendasarinya, mengidentifikasi masalah sekunder dan untuk melihat efek tekanan darah tinggi pada organ Anda.

Tes-tes ini dapat mencakup:

  • Tes urin
  • Tes darah 
  • Tes jantung (EKG) 
  • USG jantung atau ginjal Anda

Untuk memahami pembacaan tekanan darah, tekanan darah dibagi menjadi 2:

  • Tekanan sistolik

Tekanan ini menunjukkan tekanan di arteri anda ketika jantung berdetak dan memompa darah anda. Angka yang dihasilkan tekanan sistolik adalah angka pertama (angka atas)

  • Tekanan diastolik

Tekanan diastolik membaca tekanan di arteri anda di antara detak jantung. Tekanan diastolik menghasilkan angka kedua (angka bawah). 

Hasil pemeriksaan tekanan darah dapat dibagi menjadi:

  • Tekanan darah Normal

Tekanan darah menunjukan kurang dari 120/80 milimeter air raksa (mmHg)

  • Tekanan darah tinggi

Tekanan darah menunjukan angka sistolik antara 120-129 mmHg, dan angka diastolik kurang dari 80 mmHg. 

  • Hipertensi stadium 1

Tekanan darah menunjukan angka sistolik antara 130-139 mmHg, dan angka diastolik antara 80-89 mmHg.

  • Hipertensi stadium 2

Tekanan darah menunjukan angka sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi, dan angka diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi.

  • Hipertensi krisis

Tekanan darah menunjukan angka sistolik lebih dari 180 mmHg, atau angka diastolik lebih dari 120 mmHg. Tekanan darah dalam kisaran ini membutuhkan perhatian medis segera. 

Pengobatan hipertensi 

Berdasarkan penyebab hipertensi, anda dapat mencoba merubah gaya hidup yang lebih sehat untuk pengobatan hipertensi primer. Sedangkan untuk hipertensi sekunder, dokter anda mungkin akan mengganti obat-obatan yang sedang anda konsumsi dengan jenis obat lainnya yang tidak menyebabkan hipertensi.

Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati hipertensi, antara lain:

  1. Obat yang membuat dinding pembuluh darah lebih rileks (Inhibitor ACE dan Agonis alpha-2)

Obat ini membantu pembuluh darah rileks dan mengurangi tekanan darah, agar produksi ACE (angiotensin converting enzyme) dapat ditekan seminimal mungkin. Angiotensin adalah bahan kimia didalam tubuh yang menyebabkan pembuluh darah dan dinding arteri mengencang dan menyempit.

  1. Obat untuk melebarkan pembuluh darah (Angiotensin II receptor blockers (ARBs))

Jantung pengidap hipertensi harus bekerja lebih keras untuk membuat tekanan darah semakin naik, hal ini disebabkan adanya sumbatan pada pembuluh darah. Obat ARBs dapat membantu merelaksasi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

  1. Obat untuk membuang kelebihan garam pada tubuh (diuretik)

Kadar garam yang tinggi dalam tubuh pengidap hipertensi dapat dibuang melalui urine, dengan mengkonsumsi obat-obatan diuretik

  1. Obat untuk memperlambat detak jantung dan melebarkan pembuluh darah (Beta-blocker)

Obat ini bertujuan untuk memblokir hormon-hormon tertentu dalam tubuh penderita hipertensi dan menurunkan tekanan darahnya, sehingga debaran pada jantung dapat diperlambat.

  1. Obat penghambat renin 

Renin adalah enzim yang dihasilkan ginjal dan berfungsi menaikkan tekanan darah. Obat ini berfungsi untuk menghambat kerja enzim yang dihasilkan ginjal dan berfungsi menaikkan tekanan darah (renin).

hypertensia - hipertensi

Mencegah hipertensi 

Hipertensi dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara, seperti:

  1. Jaga pola makan 

Perbanyak konsumsi buah-buahan, biji-bijian, sayuran dan protein tanpa lemak (ikan)

  1. Berhenti merokok 

Nikotin dapat merusak jaringan tubuh dan mengeraskan dinding pembuluh darah

  1. Berolahraga teratur

Berolahraga dapat membantu mengurangi stres, menurunkan tekanan darah secara alami, dan memperkuat sistem kardiovaskular Anda.

  1. Jaga berat badan anda
  2. Kelola stres anda

Stres dapat dikelola dengan melakukan: meditasi, bernapas dalam-dalam, pijat, yoga atau tai chi

  1. Kurangi atau hentikan konsumsi alkohol

Hipertensi pada wanita hamil

Hipertensi dapat berakibat fatal bagi wanita hamil karena dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal dan berpotensi melahirkan bayi yang prematur.

Pre-eklampsia atau preeklampsia adalah sindrom yang ditandai dengan hipertensi, kenaikan kadar protein di dalam urin (proteinuria), dan pembengkakan pada tungkai (edema). Pre-eklampsia dialami oleh wanita hamil, terutama para wanita muda yang baru pertama kali hamil.Jika pre-eklampsia bertambah parah pada masa kehamilan, maka akan menyebabkan eklampsia yang dapat berujung pada kematian. Penyebab pasti preeklamsia belum diketahui, sehingga masih sulit untuk dicegah kemunculannya.Satu-satunya cara untuk mengobati kondisi ini adalah dengan melahirkan bayi.

Referensi: 

  1. Hari Hipertensi Dunia 2019 : “Know Your Number, Kendalikan Tekanan Darahmu dengan CERDIK.”. Data penderita hipertensi (http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/hari-hipertensi-dunia-2019-know-your-number-kendalikan-tekanan-darahmu-dengan-cerdik)
  2. Hipertensi: Gejala, Komplikasi, Penyebab, dan Cara Pengobatan (https://health.kompas.com/read/2020/06/23/140400368/hipertensi–gejala-komplikasi-penyebab-dan-cara-pengobatan?page=all)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *