Disfagia

Disfagia adalah sebutan ilmiah yang dipakai guna mengilustrasikan kesusahan meminum mencerna. Kecacatan ini dimanifestasikan dari perasaan tak nyaman atau tersumbat ketika mencerna dan bisa menjadi penyebab sekunder dari patologi. Perasaan seperti ada yang menyangkut di tenggorokan sering dialami oleh pasien. Jika disfagia terus berlanjut serta tanpa penyembuhan, sanggup menjadi penyebab beberapa kerumitan serupa malnutrisi, pengeringan atau infeksi paru-paru. Pengertian disfagia ialah kesusahan mencerna yang didampakkan oleh ketidaksamaan pada pengiriman asupan atau cairan dari muara ke abdomen. Jika seseorang mendapati kekacauan mencerna, mungkin mengalami kesulitan atau nyeri saat menelan. Biasanya sensasi seperti makanan terasa nyangkut di tenggorokan. Berbagai orang tak sanggup mencerna sama sekali. Gangguan pada kerongkongan berpotensi sanggup dialami individu dengan kesusahan mencerna cairan, asupan, atau air ludah. Seringkali, sulit untuk mengkonsumsi cukup kalori dan cairan guna menyehatkan tubuh.

Tenggorokan seperti ada yang nyangkut biasanya perasaan seperti itu kerapkali terbentuk pada seseorang. Siapa pun sanggup mendapati kekacauan mencerna, namun amat kerap terbentuk terhadap individu dewasa yang sangat tua. Terdapat pula yang memahami dengan pengertian disfagia ialah suatu keadaan saat individu memerlukan masa serta upaya sangat guna menjalankan asupan atau cairan dari muara menuntun lambung. Disfagia pula kerap dilibatkan dengan kesakitan mencerna. Bahkan, terhadap sebagian perkara korban tak sanggup mencerna sama sekali. Sebagian besar penderita merasakan seperti ada yang nyangkut di tenggorokan. Disfagia meliputi kesusahan mencerna dan makanan terasa nyangkut di tenggorokan dan terkadang merasakan sampai di payudara. Kecacatan yang melibatkan saluran mencerna sanggup mengakibatkan disfagia. Gangguan pada kerongkongan itu memungkinkan ahli akan menjalankan evaluasi guna menentukan jenis difagia, dikarenakan tes yang digunakan berbeda bagi setiap tipe disfagia.

Diagnosa disfagia

Supaya mampu mendiagnosa disfagia, ahli akan menyampaikan ciri-ciri yang dimiliki. Ahli pula akan meneliti indeks berat badan guna memandang apakah korban tidakkecukupan nutrisi efek kesusahan mencerna.

Beberapa tes yang dijalankan :

  • Pelajaran mencerna. Lazimnya dikelola oleh pakar latihan bicara. Dokter akan menyelidiki konsistensi asupan dan cairan yang berbeda guna memandang yang mengakibatkan kesusahan.
  • Pengujian melahap barium. Korban mencerna cairan yang berkomposisi barium. Barium timbul dikedalaman sinar-X dan menolong ahli mendeteksi.
  • Manometri. Penelitian ini menilai peralihan penekanan yang diperoleh ketika urat di kerongkongan bergerak. Tersebut sanggup dipakai bila terdapat yang dijumpai selama endoskopi.

Penyebab disfagia

Tenggorokan seperti ada yang nyangkut melambangkan keadaan penyebab disfagia yang rumit. Namun, terkadang penyebab disfagia tak sanggup dikenali. Penyebab disfagia sanggup diperoleh dari penutupan di tenggorokan, serupa makanan terasa nyangkut di tenggorokan, tenggorokan meradang atau keadaan kecacatan yang mendorong pembengkakan pada tenggorokan. Gangguan di kerongkongan sering mengganggu aktivitas melahap.

Berbagai penyebab disfagia :

Disfagia esofagus

Disfagia esofagus menjurus kepada perasaan asupan yang melekat di landasan tenggorokan dan di dada. Berbagai penyebab disfagia esofagus mencakup :

  • Akalasia. Saat urat esofagus sisi dasar tak tenang dengan betul guna mendiamkan makan masuk ke abdomen.
  • Tegang menyebar. Keadaan tersebut memperoleh berbagai penyebab disfagia yang mempunyai penekanan naik, kontraksi esofagus yang tak terarah dengan benar lazimnya sesudah melahap.
  • Striktur esofagus. Esofagus yang mengecil sanggup memangsa asupan kedalaman nilai banyak.
  • Tumor esofagus. Kesusahan melahap condong kian memperparah ketika neoplasma esofagus hadir.
  • Benda asing. Kadangkala asupan atau barang lain sanggup menutup tenggorokan atau kerongkongan sebelah.

Disfagia orofaringeal

Keadaan terkhusus sanggup merapuhkan urat tenggorokan, sehingga kesulitan agar mengalihkan asupan dari muara ke tenggorokan dan kerongkongan ketika melahap. Gangguan pada kerongkongan berpotensi sanggup merasakan tersedak, mencekik, atau batuk ketika menjajal melahap atau mencicipi asupan atau cairan ke tenggorokan.

  • Ketidaksamaan saraf. Kecacatan terkhusus serupa multiple sclerosis, distrofi otot dan kecacatan parkinson sanggup menjadi penyebab disfagia.
  • Kebobrokan neurologis. Kebobrokan saraf tiba-tiba, serupa stroke atau trauma otak atau sumsum rangka ekor sanggup mempengaruhi keahlian melahap.
  • Divertikulum faringesofagus. Saku sempit yang membuat serta menghimpun molekul asupan di tenggorokan. Mengakibatkan kesusahan melahap, suara gemericik, aroma muara dan sakit tenggorokan atau batuk terus-menerus.
  • Kanker. Barah tertentu dan beberapa pengobatan kanker, serupa sorotan sanggup mengakibatkan kesusahan melahap.

Gejala disfagia

Nyeri pada dada, perasaan serupa makanan terasa nyangkut di tenggorokan atau perasaan sukar atau penekanan di leher atau payudara sisi atas atau dasar berpotensi ada.

Gejala disfagia yang lain berpotensi mencakup :

  • Batuk atau mengi yang kian serius
  • Batuk asupan yang belum dicerna
  • Maag
  • Rasa asam di mulut
  • Kesulitan mencerna hanya asupan keras menunjukkan penyumbatan fisik selaku penyempitan
  • Kesusahan mencerna cairan tetapi tidak padat

Pasien berpotensi mendapati perkara melahap ketika makan atau minum, atau cuma dengan tipe asupan atau cairan terkhusus. Ciri-ciri mulainya perkara melahap berpotensi tercakup kesusahan ketika makan :

  • Asupan yang amat panas atau dingin
  • Biskuit atau roti keras
  • Daging atau ayam

Pengobatan disfagia

Mayoritas perkara mencerna sanggup diselesaikan, meskipun perawatan yang diterima akan bersangkutan kepada tipe disfagia yang dialami. Penyembuhan akan bersangkutan kepada perkara mencerna terhadap di muara atau tenggorokan atau kerongkongan. Penyebab disfagia pula dipertimbangkan saat memutuskan pengobatan atau penatalaksanaan. Dalam beberapa kasus, mengobati penyebab yang mendasari serupa barah muara atau barah esofagus sanggup menolong mengurangi perkara mencerna.

Bila memiliki penumpukan rangkaian goresan di kerongkongan yang mengakibatkan kesusahan mencerna, ahli akan berpotensi menyarankan pelebaran esofagus. Dalam prosedur tersebut, endoskopi dengan gelembung ringan diselipkan ke kerongkongan. Gelembung akan digelembungkan guna merentangkan kerongkongan dengan lembut. Prosedur endoskopi lainnya mampu dilaksanakan guna memperkuat sfingter esofagus sisi dasar (LES) yang memisahkan abdomen dari esofagus. Memperkuat LES mengecilkan kemungkinan masam guna menggelontorkan balik ke tenggorokan. Didalam perkara yang jarang terjadi, sisi esofagus yang rusak parah sanggup diangkat. Bagi perkara disfagia serius yang tak responsif terhadap penukaran kelakuan kehidupan, penyayatan berpotensi dibutuhkan. Beberapa prosedur penyayatan dimanfaatkan guna mengobati GERD pula sanggup memperbaiki atau menghilangkan gejala disfagia.

Referensi 

  1. American College of Gastroenterology : Dysphagia : https://gi.org/topics/dysphagia/
  2. MedicalNewsToday : What causes difficulty swallowing (dysphagia)? : https://www.medicalnewstoday.com/articles/177473
  3. Mayo Clinic : Dysphagia : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dysphagia/symptoms-causes/syc-20372028
  4. Penn Medicine : Difficulty Swallowing (Dysphagia) : https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/patient-information/conditions-treated-a-to-z/difficulty-swallowing-dysphagia
  5. Medtronic : TREATING DYSPHAGIA : https://www.medtronic.com/us-en/patients/treatments-therapies/reflux-disease-testing-treatment/dysphagia/treatment-options.html

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *