Disentri

Pemahaman disentri

Penyakit disentri adalah infeksi usus menyakitkan yang sangat mirip dengan gastroenteritis, namun dapat hilang dalam beberapa hari. Pada sebagian besar kasus, difteri disebabkan oleh bakteri atau parasit yang ada di air atau makanan yang dicuci dengan buruk atau dicuci dengan air yang terkontaminasi, serta menular melalui orang atau benda yang sudah terkontaminasi. Terutama pada negara-negara di mana tindakan kebersihan tidak terlalu higienis, umumnya di daerah tropis dan subtropis.

Disentri pada anak-anak dan bayi. Tanda-tandanya dimulai dengan demam, mual, muntah, kram perut, dan diare. Episode diare dapat terjadi setiap jam, dan tinja anak dapat mengandung darah, lendir, serta nanah. Muntah dapat menyebabkan dehidrasi yang cepat dan parah, apabila tidak ditangani dapat menyebabkan syok dan bahkan kematian. Dehidrasi mungkin juga membuat mereka menjadi gelisah, sensitif, lemas, memiliki mata cekung dan tidak dapat mengeluarkan air mata atau urin.

Pada tahun 2015 di Indonesia, terjadi lonjakan disentri sebanyak 18 kali. Kejadian luar biasa (KLB) diare ini yang tersebar di 11 provinsi dan 18 kabupaten, dengan jumlah penderita 1.213 orang dan kematian 30 orang (CFR 2,47%). Angka kesakitan nasional hasil Survei Morbiditas Diare tahun 2016, yakni masih sebesar 214 per 1.000 penduduk.

Gejala disentri

Tipe dan penyebab disentri

Pada sebagian besar kasus, difteri disebabkan oleh bakteri atau parasit yang ada di air atau makanan yang dicuci dengan buruk atau dicuci dengan air yang terkontaminasi, serta menular melalui orang atau benda yang sudah terkontaminasi. 

Ada 2 jenis utama disentri, yaitu:

  • Disentri amuba atau amebiasis usus, disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica. 
  • Disentri basiler umumnya menyerang anak usia 1-4 tahun yang hidup dalam kemiskinan, disebabkan oleh bakteri Shigella dysenteriae dan Campylobacter. Bakteri ini dapat menembus lapisan usus, sehingga menyebabkan pembengkakan, bisul, dan diare parah yang mengandung darah dan nanah. 

Gejala disentri

Disentri biasanya terjadi 3-7 hari setelah terinfeksi dan menghilang dalam waktu 4 sampai 6 hari setelah timbulnya gejala. Gejala pertama adalah diare yang terus-menerus dan encer. Bisa juga disertai gejala lain, seperti:

  • Mual
  • Lelah
  • Muntah 
  • Dehidrasi
  • Sakit kepala
  • Demam ringan
  • Perut kembung
  • Sakit perut dan kram
  • Nafsu makan menurun

Komplikasi disentri

Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika gejala di atas tampak berlarut-larut (lebih dari 1 minggu) dan (atau) disertai dengan:

  • Demam tinggi
  • Lendir atau darah di tinja
  • Penurunan berat badan yang cepat

Komplikasi tambahan pada disentri basiler dapat meliputi delirium, kejang, dan koma. Namun, sebagian besar kasus infeksi dapat sembuh secara spontan dan hilang tanpa pengobatan.

Diagnosa disentri

Seperti pada umumnya setiap pemeriksaan akan dilakukan oleh dokter dengan menanyakan riwayat kesehatan (baik individu maupun keluarga), menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan fisik. Apabila diperlukan maka dokter juga akan melakukan tes tambahan berupa tes darah dan kultur tinja.

Mengobati disentri

Tidak ada pengobatan nyata untuk disentri, tetapi penting untuk menghindari dehidrasi dan menjaga kebersihan untuk mempercepat pemulihan. gejala dan komplikasi disentri diobati dengan cara medis maupun non medis (pola hidup) dan dengan mengkonsumsi bahan-bahan alami. 

Medis

Beberapa obat-obatan yang dapat dikonsumsi, antara lain:

  • Antidiare, seperti immodium atau loperamide
  • Antiparasit, seperti metronidazole dan iodoquinol
  • Antibiotik (anti organisme), seperti ciprofloxacin, ofloxacin, levofloxacin atau azithromycin

Pola hidup

Melakukan beberapa hal dibawah ini juga dapat membantu proses penyembuhan, diantaranya:

  • Minum oralit
  • Perbanyak minum air putih kemasan
  • Hindari susu dan minuman bersoda 
  • Hindari buah, sayuran dan makanan mentah atau setengah matang
  • Konsumsi roti, nasi, kentang, semolina, pasta, ikan dan daging matang
  • Konsumsi makanan yang mudah dicerna, dimasak dengan matang, madu dan produk-produk yang mengandung gula 

Bahan-bahan alami

Mengkonsumsi bahan-bahan alami dibawah ini juga dapat menjadi alternatif penyembuhan disentri, yaitu:

  • Minum campuran sari lemon hangat, mint dan madu 
  • Minum secangkir teh hitam atau teh hijau hangat, akan lebih baik jika ditambahkan madu
  • Minum air rebusan daun jambu biji yang sudah disaring terlebih dahulu, 1 kali sehari di siang hari
  • Konsumsi jus pisang, jus wortel atau konsumsi wortel yang sudah dimasak matang (pisang juga dapat dimakan langsung)

Mencegah disentri

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menghindari disentri, antara lain:

  • Minum air kemasan 
  • Jangan berbagi peralatan pribadi
  • Jangan minum air ledeng dan air mentah
  • Jangan membeli makanan dari pedagang kaki lima
  • Konsumsi makanan matang dan buah yang dikupas sendiri
  • Hindari salad sayur mentah dan buah yang sudah dikupas
  • Hindari daging dan seafood setengah matang atau bahkan mentah
  • Hindari makan makanan pada suhu ruangan (misalnya dalam buffet)
  • Sikat gigi dan kumur-kumur dengan menggunakan air kemasan atau air matang
  • Jangan menambahkan es batu di dalam minuman, mungkin terdapat bakteri pada es
  • Biasakan mencuci tangan secara benar dan dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer

Referensi

  1. Eprints.umm.ac.id: Disentri: (http://eprints.umm.ac.id/38008/2/BAB%201.pdf)
  2. Fimela.com: Efektif Mengobati Disentri Dengan 4 Obat Alami Ini: (https://www.fimela.com/beauty-health/read/3738924/efektif-mengobati-disentri-dengan-4-obat-alami-ini)
  3. Nakita.grid.id: Anak Alice Norin Terkena Disentri, 3 Bahan Alami Ini Bisa Meredakannya: (https://nakita.grid.id/read/02901999/anak-alice-norin-terkena-disentri-3-bahan-alami-ini-bisa-meredakannya?page=all)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *