Breaking News

  • " World Ocean Day- PAPUA BARAT"
  • Sejarah Bento, Makanan Kotak Khas Jepang
  • Usal Usul Dan Perkembangan Rantang
  • Estcopato: Irama Anak Pantai Timur Papua
  • Hari Ini Dalam Sejarah: 10 Juni

Bukit Kelam, Tempat Wisata Di Kalbar Yang Menyimpan Sejuta Keindahan

Bukit Kelam, Tempat Wisata Di Kalbar Yang Menyimpan Sejuta Keindahan



Bukit Kelam – Salah satu tempat wisata yang nggak boleh dilewatkan di Kalimantan Barat adalah Bukit Kelam. Tidak banyak yang tahu bahwa Bukit Kelam yang terletak 20 Km dari kota Sintang, Kalimantan Barat ini merupakan sebongkah batu raksasa yang monolit, sehingga sering diklaim sebagai batu terbesar di dunia.

Meskipun sering diklaim sebagai batu terbesar di dunia, tetapi kenyataannya Bukit Kelam kalah terkenal dengan sejawatnya yang terletak di Benua Australia yaitu Ayers Rock. Meskipun sebenarnya dimensi Ayers Rock sedikit lebih kecil dari bukit kelam, namun dunia justru lebih mengenal Ayers Rock sebagai batu monolit yang terbesar di dunia. Karenanya Bukit Kelam sangat berpotensi dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata yang unik. Sebagai sebongkah batu raksasa, Bukit Kelam menawarkan pemandangan alam yang eksotis.

Selain terdapat air terjun yang airnya dimanfaatkan penduduk setempat untuk mengairi sawah, goa alam yang dihuni oleh ribuan kelelawar, juga terdapat tumbuhan langka seperi Kantong Semar Raksasa yang dapat digunakan sebagai wadah untuk menanak  nasi dan jika beruntung para penelusur dapat melihat Anggrek Hitam yang sedang mekar.  Dan pada puncak bukit juga terdapat goa alam yang menjadi sarang ribuan burung walet.

Keberadaan Bukit Kelam tidak bisa dipisahkan dari legenda Bujang Beji dan Tumenggung Marubai. Keduanya merupakan nelayan di tanah Sintang (sekarang Ibu Kota Kabupaten Sintang). Bujang Beji dan kelompoknya menguasai Sungai Kapuas sedangkan Tumenggung Marubai dan kelompoknya menguasai Sungai Melawi. Ketika Bujang Beji mengetahui bahwa Tumenggung Marubai mendapat ikan lebih banyak daripada dirinya, ia menjadi iri sehingga berniat menghalangi aliran Sungai Melawi dengan batu. Kemudian, ia berenang ke hulu Sungai Kapuas untuk mendapatkan sebuah batu besar dari puncak bukit Nanga Silat.

Di persimpangan aliran Sungai Melawi dan Sungai Kapuas, tiba-tiba muncul Dewi Surgawi dan menertawakannya. Ketika ia mengangkat kepalanya mencoba menemukan sumber suara tersebut, dia tidak sengaja menginjak duri beracun. Seketika, batu itu lepas dari genggamannya dan jatuh ke tanah. Legenda mengatakan bahwa batu yang tenggelam tersebut perlahan-lahan tumbuh menjadi bukit dengan banyak batu gelap di atasnya, dari situlah nama Bukit Kelam Sintang berasal.

Bukit setinggi 990 M ini membuka diri bagi para pencinta alam untuk mendaki ke puncaknya. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mencapai puncak Bukit Kelam, yaitu melalui rangkaian tangga besi yang berada di sisi barat bukit atau bagi yang hobi panjat tebing silahkan mencoba menu tebing batu yang berdiri tegak hampir 90 derajat di sebelah selatan.  Puncak bukit merupakan tempat ideal bagi olah raga terbang layang gantole maupun paralayang.

Di puncak bukit ada gua-gua alam yang eksotik dan magis siap menanti. Goa-goa ini juga merupakan rumah dan sarang burung walet. Dari puncak bukit, para penelusur dapat memandangi keindahan hutan hujan yang membentang luas, lihatlah bagaimana indahnya Sungai Kapuas dan Sungai Melawi dari kejauhan.

Cagar Alam Bukit Kelam Sintang mencapai ketinggian hingga 990 meter di atas permukaan laut dan kemiringan antara 15-40 derajat, menjadikannya tempat sempurna untuk paragliding dan panjat tebing. Cagar alam ini juga menyediakan tantangan bagi para penelusur yang menyukai hiking dan trekking. Dan bagi para penelusur yang ingin lebih dekat dengan alam dapat mendirikan tenda di lokasi perkemahan yang aman dan luas.

Di Bukit Kelam Ada berbagai jenis flora langka yang dapat para penelusur temukan antara lain, seperti meranti (Shorea sp), bangeris (Koompassia sp), tengkawang (Dipterocarpus sp), kebas-kebas (Prodocarpus ceae), dan berbagai jenis anggrek. Flora dataran tinggi ini adalah pitcher merah (Nephentes alata) yang merupakan endemi daerah tersebut. Cagar alam ini juga adalah rumah bagi hewan langka dan berbagai keunikan lainya, seperti beruang madu (Mayalanus heralctus), Armadillo (Manis javanica), kelelawar (Hiropteraphilie), dan berbagai jenis burung.

Namun sayang sekali karena Bukit Kelam belum dikemas dengan baik.sehingga menjadikan Bukit Kelam sebagai tempat yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Kalimantan Barat.

sumber : www.telusurindonesia.com

(widya hidayanti)