Breaking News

  • Sejarah Bento, Makanan Kotak Khas Jepang
  • Usal Usul Dan Perkembangan Rantang
  • Estcopato: Irama Anak Pantai Timur Papua
  • Hari Ini Dalam Sejarah: 10 Juni
  • Liburan Paling Cool Bersama Yayasan Cinta Papua

Festival Seni Budaya Melayu Ke-XI Se-Kalbar Resmi Dibuka

PONTIANAK - Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) Ke-XI di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) resmi dibuka pada Senin (17/10/2016) malam. Festival bertema "Menjunjung Marwah Menyambut Tuah" itu dibuka oleh Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang.

Pembukaan FSBM diawali dengan karnaval para peserta di Stadion Kridasana. Masing-masing peserta memperkenalkan ciri khas dari masing-masing daerahnya sambil mengelilingi stadion yang dihadiri ribuan orang itu.

Oso -sapaan- Oesman Sapta Odang mengatakan, semua suku yang ada di Kalbar adalah keluarga. Dan untuk memakmurkan Indonesia dibutuhkan persatuan dan kesatuan dari macam-macam suku itu.

Melalui FSBM ini diharapkan semakin mempererat persatuan dan kesatuan terutama bagi masyarakat Melayu di Kalbar. Mengingat Melayu adalah budaya yang menerima segala suku bangsa, karenanya membutuhkan dukungan untuk kebangkitan budaya tersebut.

"Maka kita harus memperjuangkan mempelopori kemakmuran Kalbar. Dan inilah satu-satunya merangkul suku-suku di Kalbar, jangan ada dusta di antara kita," kata Oso dalam sambutannya di acara pembukaan FSBM Ke-XI.

Oso mengungkapkan, tak ada suku yang paling hebat. Semua suku hebat sehingga sudah sepatutnya semua bersatu. Apalagi di tengah ancaman pengaruh negatif bangsa asing.

"Jangan ada perpecahan antara suku, budaya ini adalah mempersatukan, tidak ada suku yang hebat, yang ada semua suku hebat dan bersatu," katanya.

Berbagai ancaman asing yang terus berupaya mendegeradasi budaya Indonesia dijelaskan Oso, yakni mulai dari pengaruh narkoba yang menyasar generasi muda, hingga menggerus perekonomian bangsa.

Kendati dari aspek perekonomian, sambung Oso, Indonesia 'beruntung' karena menjadi salah satu negara yang bisa lolos dari keterpurukan ekonomi. Sedangkan untuk menangkal semua ancaman negatif asing, Oso pun kembali menekankan implementasi dari empat pilar kebangsaan.

Yakni, kata Oso, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat pilar kebangsaan itulah benteng pertahanan terakhir untuk mempertahankan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.

"Kita tidak bisa dihancurkan negara biadab yang membawa narkoba. Itu sebabnya Melayu harus menjadi support dan kebanggaan bangsa," kata pria kelahiran Sukadana, Kalbar itu.

FSBM tahun ini diikuti 13 kabupaten/kota, yang terdiri dari Sekadau, Mempawah, Ketapang, Singkawang, Pontianak, Sanggau, Landak, Kubu Raya, Melawi, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Sambas. Seharusnya ada 14, namun Kayong Utara absen lantaran fokus mengikuti Sail Karimata.

Tiap kontingen yang mengikuti kegiatan ini memamerkan produk kuliner dan kerajinan khas daerahnya. Diharapkan melalui festival tersebut bisa mengangkat nama daerah.

"Kami berharap melalui kegiatan ini produk lokal bisa terangkat. Selain itu, bisa menang festival tentunya," kata Imron, perwakilan kontingen Ketapang.

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Kristiandi Sanjaya, bupati dan wali kota se-Kalbar, DPRD, para raja dan sultan di Kalbar, Anggota DPR Abdullah Alkadri dan Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar serta pejabat setempat.

FSBM pada tahun ini sedianya dibarengi dengan perayaan HUT Ke-XV Pemkot Singkawang. FSBM yang terbuka untuk umum dan gratis itu resmi dibuka dengan pemukulan lesung dan berlangsung sejak 17-22 Oktober 2016.‎

Sumber : // Okezone.com