Breaking News

  • Amankah Minum Susu Saat Perut Kosong?
  • " World Ocean Day- PAPUA BARAT"
  • Sejarah Bento, Makanan Kotak Khas Jepang
  • Usal Usul Dan Perkembangan Rantang
  • Estcopato: Irama Anak Pantai Timur Papua

GREBEG SUDIRO

Grebeg Sudiro adalah suatu perayaan perpaduan dari masyarakat TIONGHOA - JAWA. Kata grebeg sendiri merupakan tradisi khas jawa untuk menyambut hari-hari khusus seperti: Mulud (kelahiran Nabi Muhammad), Syawal (lebaran), Idul Adha, Suro (Tahun Baru Jawa). Puncak perayaan ini ialah saat perebutan hasil bumi, makanan, dll yang disusun membentuk gunung. Tradisi rebutan didasari oleh falsafah Jawa ora babah ora mamah yang artinya, jika tidak berusaha tidak makan. Sedangkan, bentuk gunung memiliki maksud dari masyarakat jawa atas rasa syukur pada sang pencipta.

Grebeg sudiro sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 6 sampai 8 Februari 2016 atau H -7 sebelum imlek.meskipun bukan perayaan dari masa lalu, tapi perayaan ini merupakan pengembangan tradisi yang telah ada sebelumnya, Buk teko (dari kata buk tempat duduk dari semen di tepi jembatan atau di depan rumah, sedangkan kata teko ialah poci, tempat air teh) adalah tradisi syukuran menjelang imlek dan sudah dirayakan semenjak Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono X (1893-1939). Grebeg sudiro telah berkembang menjadi dialog elegan antara etnis Tionghoa dan Jaw. bertempat di sepanjang area Pasar Gedhe solo,selain berbagai macam gunungan dan aneka saji makanan yang diarak keliling ada juga berbagai macam pertunjukkan Etnis Tionghoa seperti barongsai,dan kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2007.

Credit Title:Wikipedia/AW/RRISURAKARTA