Breaking News

  • " World Ocean Day- PAPUA BARAT"
  • Sejarah Bento, Makanan Kotak Khas Jepang
  • Usal Usul Dan Perkembangan Rantang
  • Estcopato: Irama Anak Pantai Timur Papua
  • Hari Ini Dalam Sejarah: 10 Juni

LOUIS KUMAP, Cahaya Anak Perbatasan

Sahabat kreatif, Gaul “Generasi Unggul” Pro 2 Manokwari di hari Rabu (21/06/2017) menghadirkan kakak Louis Kumap, mahasiswa jurusan Teknik Informatika Universitas Papua, berbagi pengalaman dan prestasinya.

Dipandu presenter Meys Wyzer, kakak Louis mengungkapkan dia pernah mengikuti lomba olimpiade sains tahun 2010 sewaktu masih duduk di bangku SMA. Kakak louis sendiri punya pengalaman yang unik sahabat kreatif. Kenapa? Karena kakak Louis pernah mengecap bangku sekolah di Papua Nugini namun kemudian pindah ke Indonesia tepatnya di Boven Digul pada kelas 1 SMA. Dan oleh karenanya dia harus mengulangi dari kelas 1 karena terkendala bahasa.

Saat ini kakak Louis sudah 6 tahun tinggal di Manokwari dan memilih jurusan teknik informatika meskipun lolos seleksi masuk Universitas Papua pada jurusan lain yang dipilihnya. “Alasan memilih teknik informatika karena sesuai dengan perkembangan dan teknologi, ini yang membuat saya semakin suka memahami jaringan dan komputer”, kata Kakak Louis. 

Pertama kali di Manokwari, kakak Louis bergabung dengan komunitas english bersama teman Stevy Membri mengikuti Debat Bahasa Inggris tingkat kampus Unipa. Kakak Louis juga menjadi perwakilan duta wisata kota Manokwari yang berangkat ke Raja Ampat di tahun 2015 dimana disana dia belajar situs wisata yang ada di Papua Barat.

Kakak Louis sendiri punya minat ke dunia musik. Hal ini sudah dimulai dari kecil dimana ketika umur 6 tahun dia sudah mahir bermain ukulele. Sedangkan saat ini kakak Louis sudah bisa memainkan beragam alat musik semisal gitar bas, akustik, drum, keyboard dan ingin belajar saxophone. Kakak Louis bergabung dengan grup musik Pikon Roots, Black Roots, dan terakhir sebagai salah satu personil The Covenant band.

Meskipun lulus di saat pertama kali mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara, kakak Louis tidak dapat mengikuti karena belum cukup umur waktu itu. Meskipun begitu, dia mengaku tetap semangat, tidak kecewa dan terus belajar. Dan di tahun 2016 kakak Louispun berhasil mengikuti Pertukaran Pemuda Antar Negara. Ada 4 negara yang dituju yakni Australia, Jepang, Tiongkok dan Amerika Serikat namun dia lebih memilih Australia. “Memilih Australia karena ingin mempelajari banyak hal disana”, kata Kakak Louis. 

Di Australia, kakak Louis mendapatkan kesempatan magang di Departement of Planning Transport and Infrastructure (DPTI), sebuah departemen yang menangani masalah tata kota menjadi operator jaringan, yang mana ketika selesai magang dia diberikan surat reference yang berlaku sampai kapanpun di seluruh Australia. Setelah itu, kakak Louis sempat magang juga di Notebba Print dan Victor Harbour.

Selama 2 bulan 3 minggu di kakak Louis tinggal di Australia bersama orang tua angkat. Orang tua angkat dipilih oleh pemerintah dan disesuaikan dengan minat dari peserta. 

Waktu itu kakak Louis tinggal bersama seorang musisi bernama Jimmy Bunch dan ketika pulang diberikan sebuah gitar produksi tahun 1982 sebagai motivasi untuk belajar bermusik. Selain itu di Australia, kakak Louis belajar Aussie runs yang hanya ada di Australia.

Kakak Louis yang punya hobi menyanyi dan suka akan genre reggae sudah menciptakan banyak lagu. 2 diantara lagu yang diciptakan di Australia berjudul Iyo sudah dan Enang amber. Pada kesempatan ini kakak Louis menyanyikan lagu “Iyo sudah” yang earcatching dan menceritakan bahwa lagu ini merupakan hasil pengalaman pribadi dia dan seorang teman sewaktu di Australia.

“Lagu ini ditulis bersama teman berdasarkan pengalaman pribadi yang dialami, dalam situasi yang galau karena cinta”, kata kakak Louis.

Pengalaman bermusiknya di Australia berkembang pesat. Bukan hanya oleh bimbingan orang tua asuhnya, melainkan juga oleh karena dia berkolaborasi dengan salah satu band reggae disana. Band ini bahkan mengajak kakak Louis kembali ke Australia untuk rekaman.

Pada kesempatan ini, kakak Louis mengaku mendapat dukungan yang “wow” dari teman-teman. Salah satunya adalah kakak Maikel Kondologit yang ketika talk show berlangsung dihubungi oleh kru Pro 2. 

Pada kesempatan itu kakak Maikel mengapresiasi Loius sebagai sosok anak muda yang semangat, mudah bergaul sama siapa saja, punya banyak talenta di dunia musik, mengajar, banyak hal lain yang bisa dihasilkan. Dan berpesan agar tetap belajar, kembangkan diri, tetap menjadi apa adanya.

Kakak Maikel sendiri adalah rekan seperjuangan kakak Louis ketika sama-sama menerapkan ilmu untuk kemanusiaan, mengajar di SD Anggori. Meskipun sekarang sudah berbagi peran dimana Kakak Maikel dkk di SD Anggori sedangkan kakak Louis bersama rekan-rekan Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) di Desa Dowansiba.

Di Desa Dowansiba, kakak Louis mengajar bahasa Inggris untuk anak kelas 3 sampai kelas 6 yang digabungkan selama 2 jam tiap hari jumat dan sabtu pada sore hari.

Selain itu, kakak Louis juga pernah mengikuti Community Development selama 3 minggu bertempat di Bulukumba dan di Makassar. Dari sinipun dia mendapat banyak pengalaman menarik termasuk mendapat kenalan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Tips dari kakak Louis untuk sahabat kreatif agar bisa berbahasa inggris yakni harus belajar bahasa Inggris dari dasar. “Grammar, tense, kosakata dihapal, percakapan tiap hari dipraktektan, belajar dari lagu bahasa inggris”, kata kakak Louis. 

Selain itu jika punya kelebihan jangan disimpan tapi ditunjukkan, kembangkan mulai sekolah, kampus, organisasi adalah tempat dimana kita bisa belajar mengembangkan minat, bakat, ilmu dan relasi sehingga bisa menjadi alat kominikasi untuk meningkatkan bakat.

Diakhir acara kakak Louis yang saat ini sedang bersiap untuk wisuda di Universitas Papua berpesan kepada seluruh sahabat kreatif agar tetap semangat, berpikir positif dan berusaha untuk melakukan kegiatan positif. Dirinya juga berterima kasih kepada rekan-rekan PCMI, karang taruna, organisasi, teman-teman dan bahkan pemerintah yang telah memfasilitasinya ke luar negeri. Thank you so much....

(AER)