Breaking News

  • Cara Alami Mengusir Nyamuk Dengan Vitamin B1
  • Trik Cerdas Agar Tetap Fokus Saat Puasa
  • Alasan Mengapa Berolahraga Baik Untuk Otak Kita
  • Tips Maksimalkan THR Agar Keuangan Tak Jebol
  • Lapisan Es Puncak Jayawijaya Terancam Lenyap

Asep Kurniawan Sukses Buka Warung Sepatu Tanpa Produk Palsu

Beyoung Pontianak :

“Jangan berhenti dan merasa puas pada satu titik, harus benar-benar solid. Kita percaya rejeki sudah ada yang atur, oleh karenanya jangan hanya mencari nafkah untuk diri sendiri tapi juga memikirkan lingkungan sekitar yang membutuhkan. Itu sebagai tanggung jawab kita”

Started from Bottom, rising to the top. Ungkapan berbahasa Inggris yang artinya dimulai dari bawah, kemudian bangkit menuju kesuksesan tersebut layak disematkan kepada Asep Kurniawan, owner dari Warung Sepatu. Asep, sapaan akrab Asep Kurniawan, memang membangun bisnis sepatunya dari modal yang sangat kecil, kalau boleh dikatakan nol rupiah, hingga kini sudah berdiri dengan dua cabang Warung Sepatu (WS). Perjalanan usaha yang Asep lakukan tidak singkat, dibutuhkan ilmu dan pengalaman untuk membangunnya.

Asep telah terbiasa berdagang sedari kecil. Asep pernah jualan es, gelang-gelangan dari kabel, dan kartu bola. “Kartu bolanya saya beli di pasar, kemudian jual di kelas. Jual yang mudah-mudah saja waktu itu,” Asep mengenang. Ia jualan di kelas karena memang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Uang saku yang diberi oleh orang tuanya dulu jumlahnya terbatas dan hanya cukup untuk jajan di sekolah. Sedangkan Asep kecil juga membutuhkan uang tambahan saat pulang dari sekolah, seperti jajan dan bermain di luar sekolah. “Karena kita memang dari keluarga yang sederhana,” terang Asep, anak kandung dari pasangan Suparman dan Tati Kurniati.

Memasuki Sekolah Menengah Pertama hingga Menengah Atas, Asep juga masih jualan ketika ada peluang yang bisa di ambil. Lambat laun, ketika memasuki dunia kampus, Asep merasa kebutuhan untuk memenuhi hobi dan keinginannya semakin tinggi. Sementara itu uang yang dimilikinya terbatas. Salah satu hobi atau kesukaannya adalah mengoleksi sepatu. “Saya suka sepatu dan mengerti antara sepatu berkualitas baik dan tidak. Hanya saja harga yang tinggi membuat saya tidak sanggup untuk membelinya saat itu,” terang alumnus SMP Negeri 1 Pontianak 2002 tersebut.

Asep kemudian berpikir dan mencari celah bagaimana agar ia bisa mengoleksi sepatu dengan harga yang terjangkau. “Akhirnya saya mencoba untuk jualan sepatu. Kalau kita jualan kan dapat harga modal atau grosir, jadi lumayan,” tutur pria yang memiliki hobi bermain basket tersebut. Untuk mendapatkan suppliyer atau distributor sendiri, Asep memanfaatkan internet untuk mendapatkan link-nya.

Awal menekuni bisnis sepatu, Asep memanfaatkan media sosial untuk pemasarannya. Sistemnya juga masih Cash On Delivery (COD), dimana ketika ada konsumen yang berminat untuk beli secara online, Asep mengantarkannya langsung kerumah-rumah pelanggan yang memesan dan bayar di tempat. “Keuntungan yang kami peroleh waktu itu disisihkan dan ditabung,” terang Asep.

Melihat usaha jualan sepatunya berkembang dan mulai banyak pelanggan, akhirnya Asep mulai serius untuk menggarap bisnis sepatu pada tahun 2009. Karena belum mampu menyewa kios, Asep pun masih jualan dengan menggelar lapak di sekitar Stadion Sultan Syarif Abdurrahman pada minggu pagi.

Tidak ada perasaan gengsi dan malu bagi Asep meski pada saat itu ia sudah menyandang status sarjana, mungkin karena jualan juga sudah menjadi hobi bagi Asep. “Saya cari konsumen di sekitaran stadion, tidak ada rasa minder. Pernah bertemu dengan manager tempat saya kerja dulu, dia terkejut melihat saya ngemper di pasar minggu,” tutur Asep. (Doddyj&Umam)